Produk Rajutannya Melanglang ke Empat Negara, Ketut Suwarni Raup Omzet Capai Rp 2 Miliar
Usaha ini yang digeluti Suwarni sejak 18 tahun lalu. Tak hanya tas rajut, tetapi juga topi, dompet, syal, baju dan sarung tangan
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Produk Rajutannya Melanglang ke Empat Negara, Ketut Suwarni Raup Omzet Capai Rp 2 Miliar
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berita Denpasar Bali hari ini, seputar pengusaha sukses Bali, di mata Ni Ketut Suwarni, tas juga bisa dari benang rajutan.
Usaha ini pula yang digeluti Suwarni sejak 18 tahun lalu.
Tak hanya tas rajut, tetapi juga topi, dompet, syal, baju dan sarung tangan.
Semuanya bermula pada tahun 2001 lalu ketika Suwarni tertarik pada sebuah sampel topi rajut di Bedugul.
Karena tertarik ia pun langsung membeli sampel tersebut.
Bak gayung bersambut, setelah mendapatkan sampel topi rajut, ia ditawari oleh seorang temannya membawa sampel itu ke seorang wisatawan dan langsung diterima.
"Nah setelah masukkan sampel ke sana tamunya nerima, bagus katanya. Jadi setelah diterima jadi saya ditawarin order," kata Surwani di stan Industri Kecil Menengah (IKM) di Gedung Ardha Candra Taman Budaya (Art Center) Denpasar, Minggu (7/7/2019).
Padahal waktu menerima order itu, Suwarni belum mempunyai tukang guna menggarap ordernya tersebut.
Baca: Juni Bandara Ngurah Rai Telah Layani 2,1 Juta Penumpang, Catatan Tertinggi Selama Semester I 2019
Baca: TRIBUN WIKI - Nikmatnya Surabi Bandung Kang Cepot, Ada Berbagai Varian Rasa & Pasti Terjangkau
Saudara Suwarni ternyata mempunyai ipar yang bisa merajut benang.
Suwarni langsung memintanya untuk membuat barang rajutan.
Hasil rajutan itu kemudian dibawa ke tamu dan secara langsung diterima.
Suwarni mendapat 100 pcs order untuk kali pertama.
Seiring berjalannya waktu, order dari tamu itu terus meningkat, baik dari kuantitas maupun modelnya.
Produk sarung tangan dan topi sampai saat ini yang paling banyak diekspor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/produk-rajutan-benang-milik-ni-ketut-suwarni-dipamerkan-di-stan-pkb.jpg)