4 Hari Dirawat Seusai Tersambar Api Saat Ngaben Massal di Klungkung, Wayan Murdika Meninggal

Pria yang bekerja sebagai pegawai swasta tersebut, meninggal dunia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

4 Hari Dirawat Seusai Tersambar Api Saat Ngaben Massal di Klungkung, Wayan Murdika Meninggal
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Seorang warga dari Desa Negari harus dilarikan ke RSUD Klungkung untuk mendapatkan perawatan intensif di UGD RSUD Klungkung, Minggu (7/7/2019) karena mengalami luka bakar cukup serius. Tiga warga lainnya di Desa Negari juga mengalami luka bakar karena insiden saat prosesi ngaben. massal. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - I Wayan Murdika (45), warga Desa Negari Banjarangkan, Klungkung, Bali menghembuskan nafas terkhirnya di RSUP Sanglah.

Ia meninggal dunia, setelah mengalami luka bakar cukup parah akibat insiden saat upacara ngaben masal di Setra Desa Negari, Minggu (7/7/2019) lalu

"Warga kami, Wayan Murdika meninggal dunia Kamis (11/7/2019) sekitar pukul 12.00 Wita di RSUP Sanglah. Rencananya jenazah hari ini langsung dibawa pulang ke rumah duka," ujar Perbekel Negari Gusti Agung Ngurah Agung, Jumat (12/7/2019)

Jenazah menjalani perawatan di Burn Unit RSUP Sanglah, sejak Minggu (7/7/2019).

Ia harus dirawat intensif karena menderita luka bakar lebih dari 60 persen.

"Rencananya korban dimakamkan sore nanti Minggu (7/7/2019)," ungkapnya.

Pria yang bekerja sebagai pegawai swasta tersebut, meninggal dunia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Diberitakan sebelumnya, dua orang warga harus dilarikan ke RSUP Sanglah karena menjadi korban luka bakar parah, ketika terjadi insiden saat prosesi ngaben massal di Desa Negari, Minggu (7/7/2019).

Berdasarkan keterangan warga, insiden tersebut terjadi ketika akan dilaksanakan pembakaran sawa (jenazah).

Ketika akan dibakar, tiba-tiba selang dari kompor jenazah terlepas.

Di saat bersamaan, tidak jauh dari lokasi ada warga yang menghidupkan dupa.

Akibatnya api menyambar selang kompor, yang berbahan bakar bensin bercampur solar.

Tekanan udara dari kompor, membuat api menyambar begitu liarnya, sehingga membakar warga yang berkerumun di sekitar TKP. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved