Liputan Khusus

Dilema Penari Joged antara Permintaan Pasar dan Etika, Luh Mawar: Kalau Gak Hot, Gak Laku 

Luh Mawar (bukan nama sebenarnya) bersiap memasuki panggung. Penari joged ini meliak-liukkan pinggulnya ke kanan dan kiri.

Dilema Penari Joged antara Permintaan Pasar dan Etika, Luh Mawar: Kalau Gak Hot, Gak Laku 
Bidik Layar Youtube
(Ilustrasi) Joged 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tetabuhan rindik sudah berbunyi.

Luh Mawar (bukan nama sebenarnya) bersiap memasuki panggung. Penari joged ini meliak-liukkan pinggulnya ke kanan dan kiri.

Sesekali ia menggoyangkan pinggulnya sehingga membuat ratusan penonton bersorak.

Sepuluh menit menari, seorang pria tiba-tiba masuk ke panggung sambil ikut menari sebagai pengibing joged.

Saat suara gambelan angkung bertempo cepat, Luh Mawar pun tak tanggung-tanggung menggoyangkan pinggulnya, bak penyanyi dangdut koplo.

Tarian joged itu menjadi salah-satu acara yang memeriahkan acara reuni sebuah komunitas di salah-satu warung di kawasan Goa Gajah, Gianyar, Sabtu (13/7) malam.

Selain tarian joged, acara tersebut juga dimeriahkan penampilan sexy dancer, dan sejumlah penyanyi Bali.

Selesai satu pengibing, Luh Mawar kembali mendapat pengibing kedua.

Kali ini ia lebih ganas menggoyangkan pinggulnya,  sehingga membuat pengibing tersebut ikut bergoyang.

Si pengibing kemudian mengambil beberapa lembar uang dari kantong celananya, dan memberikan ke penari tersebut. 

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved