News Analysis

Ihwal Joged 'Jaruh', Penari dan Publiknya Sama-sama Perlu Dibina

Sebenarnya joged ini pakemnya itu ngegol seperti yang terdapat pada Tari Gambuh, Tari Pendet, Legong. Bukan goyang.

Ihwal Joged 'Jaruh', Penari dan Publiknya Sama-sama Perlu Dibina
Dok. Tribun Bali
Ilustrasi Tari Joged Bumbung 

News Analysis: Prof Dr I Made Bandem MA

Prof Dr I Made Bandem MA
Prof Dr I Made Bandem MA (Prof Dr I Made Bandem MA)

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seni joged bumbung sebetulnya sudah ada sejak tahun 1920-an, tapi baru ramai dibicarakan setelah perang kemerdekaan tahun 1946.

Sesungguhnya seni joged bumbung merupakan seni rakyat yang sudah lama, kemudian dikristalisasi tahun 1946 itu.

Kesenian ini kami golongkan sebagai seni rakyat dan bisa muncul di mana-mana. Di beberapa tempat.

Seni rakyat ini muncul secara polygenesis atau muncul secara bersama dalam waktu yang berdekatan di tempat yang berbeda-beda.

Sebenarnya joged ini pakemnya itu ngegol seperti yang terdapat pada Tari Gambuh, Tari Pendet, Legong. Bukan goyang. Jadi, ada istilahnya ngegol.

Kalau goyang itu kan ngegol yang dilebih-lebihkan. Jadi apalagi dibuat angkuk-angkuk , itu kesannya jadi porno.

Dilema Penari Joged antara Permintaan Pasar dan Etika, Luh Mawar: Kalau Gak Hot, Gak Laku 

Jadi ngegol itu ciri khas tari Bali. Sebenarnya gerakan-gerakan joged ini banyak mengambil dari gerakan legong.

Lalu belakangan ada yang langsung menerjemahkan jadi tari kebyar wanita, yang kemudian dipakai sebagai tari pengantarnya.

Mengenai pembinaan ke para sekaa joged itu, memang pemerintah masih memiliki keterbatasan dalam anggaran.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved