7.753 Babi Siap Potong di Badung, Celeng Landrace Jadi Incaran Jelang Galungan
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung mencatat sebanyak 7.753 ekor babi siap potong jelang Galungan dan Kuningan
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Menjelang perayaan hari raya Galungan dan Kuningan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung memaksimalkan pasokan babi siap potong.
Sesuai data terkini, dari sejumlah peternak di Badung, ada 7.753 ekor babi yang siap potong.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, I Ketut Sudarsana mengatakan jenis babi yang paling banyak tersedia untuk dipotong adalah ‘celeng’ landrace.
Menurutnya jenis babi itu yang paling banyak laku di pasaran untuk perayaan keagamaan di Bali.
“Landrance yang banyak dipotong menjelang Galungan dan Kuningan. Kami sudah siapkan sekitar 7.753 ekor yang siap potong,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (15/7/2019).
Sudarsana yang juga menjabat Kadis Sosial Badung itu menyatakan kebersihan, kesehatan, dan berat babi pun terus dipantau.
“Minimal babi dipotong dengan berat kotor 100 kg,” kata Sudarsana sembari mengatakan babi landrace dagingnya lebih banyak dan lebih besar.
Pada perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan tahun 2018, jumlah babi yang dipotong secara mandiri maupun kelompok mencapai 2.243 ekor.
Namun pada tahun ini, pihaknya memperkirakan jumlahnya akan bertambah menjadi 2.500 ekor.
“Rata-rata di angka dua ribu babi yang dipotong menjelang Galungan dan Kuningan. Jadi kami sudah siapkan lebih, kami yakin tidak akan kurang,” ujarnya.
Disinggung mengenai harga, Sudarsana menyebut masih relatif normal. Meski permintaan meningkat, namun harga masih stabil lantaran pasokan mencukupi.
Menurutnya harga babi di tingkat peternak yang bagus adalah antara Rp 25 ribu - Rp 27 ribu perkilogram.
“Harga di pasaran juga masih stabil. Harga Rp 27 ribu itu kita beli dengan kualitas yang paling bagus,” bebernya.
Pejabat asal Denpasar ini juga mengatakan sejauh ini tidak menemukan adanya babi sakit karena virus flu babi.
Ia juga menyebut bahwa selain mempersiapkan pasokan, pihaknya berupaya memberikan pelayanan dengan menurunkan tim untuk memeriksa kesehatan babi sebelum dipotong sehingga masyarakat menerima dading babi dalam keadaan bersih dan terhindar dari penyakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/babi_20160207_123709.jpg)