Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wiki Bali

TRIBUN WIKI: Penulis Bali Oka Rusmini Luncurkan Buku Kembar Buncing, Ini Profilnya

dua buku sastrawan Oka Rusmini yang berjudul Men Coblong dan Koplak diluncurkan sekaligus dibedah dalam program Pustaka Bentara di Bentara Budaya

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Foto Dok Pribadi
Oka Rusmini bersama keluarganya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Minggu (14/7/2019) kemarin, dua buku sastrawan Oka Rusmini yang berjudul Men Coblong dan Koplak diluncurkan sekaligus dibedah dalam program Pustaka Bentara di Bentara Budaya Bali.

Tahun 2019 ini, Oka menerbitkan sekaligus dua bukunya yang dianggap sebagai buku kembar buncing karena berkisah tentang perempuan (Men Coblong) dan lelaki (Koplak) yang diterbitkan Grasindo.

  

“Ini bukan kumpulan cerpen, bukan esai, atau kolom, tapi ini perpaduan ketiganya yang menawarkan sesuatu yg baru, nyeleneh, dan inovatif,” kata Oka kepada Tribun Bali.

Sementara buku Koplak beranjak dari ide bahwa lelaki juga bisa jadi feminis dan sadar gender.

Selain menerbitkan dua buku ini, Oka Rusmini juga telah menerbitkan banyak buku dan telah memperoleh berbagai penghargaan bergengsi.

Berikut profil lengkap Oka Rusmini yang diperoleh Tribun Bali dari Oka Rusmini sendiri.

Oka Rusmini memiliki nama lengkap Ida Ayu Oka Rusmini.

Ia lahir di Jakarta, 11 Juli 1967 dan kini tinggal di Denpasar, Bali bersama sang suami dan anaknya.

Sepanjang karirnya menulis, ia banyak menulis puisi, novel, cerita anak, esai dan cerita pendek serta telah menerbitkan banyak buku.

Bukunya yang telah terbit yaitu Monolog Pohon (1997), Tarian Bumi (2000), Sagra (2001), Kenanga (2003), Patiwangi (2003), Warna Kita (2007), Akar Pule (2012), Pandora (2008), Tempurung (2010), Saiban (2014) , Men Coblong (2019) dan Koplak (2019).

Dari kegiatan menulisnya ini, ia memperoleh penghargaan, antara lain Penghargaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (2003 dan 2012), Anugerah Sastra Tantular dari Balai Bahasa Denpasar  Provinsi Bali (2012), South East Asian (SEA) Write Award dari Bangkok Thailand (2012), dan Kusala Sastra Khatulistiwa (2013/2014) untuk bukunya yang berjudul Saiban.

Tahun 2017 Oka terpilih sebagai Ikon Berprestasi Indonesia Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila kategori Seni dan Budaya.

Selain mendapat banyak penghargaan, ia juga sering diundang dalam berbagai forum sastra nasional dan internasional, antara lain Festival Sastra Winternachten di Den Haag dan Amsterdam, Belanda dan menjadi penulis tamu di Universitas Hamburg, Jerman (2003) dan Universitas Napoli, Italia (2015); Singapore Writers Festival di Singapura (2011); OZ Asia Festival di Adelaide, Australia (2013) , Fankfurt Book Fair , Frankfurt Jerman (2015) dan Asian Literature Creative Workshop di Seoul Art Space Yeonhui, Korea Selatan, 2017.

Bukunya yang berjudul Tarian Bumi juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa seperti Bahasa Inggris dan Jerman.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved