Begini Penjelasan Surya Paloh Mengenai Ketidakhadiran PDIP Dalam Pertemuan di Kantor Nasdem

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menjelaskan mengenai ketidakhadiran PDIP dalam pertemuan

Begini Penjelasan Surya Paloh Mengenai Ketidakhadiran PDIP Dalam Pertemuan di Kantor Nasdem
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh memberi keterangan kepada awak media di lokasi acara konsolidasi fraksi Partai NasDem, Hotel Kartika Plaza, Kuta - Bali pada Kamis (14/1/2016). 

Begini Penjelasan Surya Paloh Mengenai Ketidakhadiran PDIP Dalam Pertemuan di Kantor Nasdem

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menjelaskan mengenai ketidakhadiran PDIP dalam pertemuan ketua umum parpol pengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di kantor DPP Nasdem, Senin (22/7/2019).

Dalam pertemuan itu, selain Surya Paloh sebagai tuan rumah, hadir Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, dan Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa.

Surya menyebut Ketua Umum PDIP tak ikut hadir karena pertemuan tersebut berlangsung secara spontan tanpa diagendakan sebelumnya.

Gelandang Bali United Pantau Perkembangan Kompetisi di Tribun-Bali.Com

Ternyata Nunung Kerap Izin Saat Syuting Ini Talk Show, Alasan Derita Penyakit ini

"Ya memang kalau bisa hadir bersama bisa lebih baik. Tapi ini spontan saja kebetulan sedang kumpul di kantor Nasdem," kata Surya kepada Kompas TV, Selasa (23/7/2019).

Surya mengakui ia memang tidak mengundang perwakilan PDIP untuk datang ke kantornya kemarin. Namun ia menyebut tiga ketum parpol yang datang juga tidak diundang.

"Memang yang datang tidak diundang. Itu semua spontan datang kebetulan sekali mereka adik-adik saya. Dan mereka melihat saya dua hari sebelumnya merayakan ulang tahun," kata politisi kelahiran 16 Juli 1951 ini.

Surya pun menegaskan dalam pertemuan itu tak ada pembahasan spesifik. Masing-masing ketum parpol hanya saling bertukar pikiran terkait konsolidasi politik yang dilakukan pasca pilpres 2019.

Dipasok 2 Pabrik di Melaya, Telur Afkiran Beredar di Jembrana, Wayan Nariati: Harganya 1.000

Sapi Jantan Mati Misterius, Wayan Baru Ungkap Kesaksian Warga Sosok Manusia Berkepala Anjing

Sementara soal pimpinan MPR, Surya sepakat bahwa dalam paket yang diusung harus diisi oleh parpol koalisi Jokowi-Ma'ruf, bukan parpol oposisi. Hal ini disampaikan Surya menanggapi Partai Gerindra yang juga mengincar kursi Ketua MPR.

"Kursi MPR idealnya tetap paket partai pengusung pemerintahan Jokowi saat ini," kata dia.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved