Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Fenomena Pernikahan Usia Dini di Karangasem Bali Terungkap, Ada yang Baru Lulus SD, Ini Penyebabnya

Warga Kabupaten Karangasem, Bali yang menikah dini mencapai rata-rata 1.500 orang per tahun.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ady Sucipto
Tribun Kaltim
Ilustrasi pernikahan dini 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Warga Kabupaten Karangasem, Bali yang menikah dini mencapai rata-rata 1.500 orang per tahun.

Jumlah terbanyak terdata di daerah pegunungan seperti Kecamatan Kubu, Bebandem, Rendang, Selat, dan Kecamatan Karangasem, Bali.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk  dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karangasem, Ketut Wage Saputra menjelaskan, sebagian besar adalah remaja yang usianya di bawah 17 tahun.

Ada juga sejumlah anak-anak yang setelah lulus sekolah dasar langsung menikah.

"Pernikahan usia dini di Karangasem termasuk tinggi di Bali. Makanya kami akan sosialisasi ke desa-desa agar tak melakukan pernikahan dini," ungkap Ketut Wage Saputra, Senin (22/7).

Wage Saputra, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Karangasem, saat ditemui Tribun Bali, Senin (22/7/2019).
 
Wage Saputra, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Karangasem, saat ditemui Tribun Bali, Senin (22/7/2019).   (Tribun Bali/Saiful Rohim)

Ia menilai, menikah di usia dini akan berdampak pada psikis  dan merembet ke beberapa bidang lainnya.

Tingginya pernikahan usia dini dikarenakan pergaulan bebas.

Hampir sebagian remaja yang menikah usia dini disebabkan hamil duluan.

"Karena sudah  hamil otomatis mereka langsung menikah. Dari pihak keluarga juga mengizinkan," kata Ketut Wage Saputra.

Ia menjelaskan, rata-rata warga yang melakukan pernikahan usia dini berawal dari media sosial.

Mereka berkenalan dari medsos dan kemudian lanjut ke hubungan lain.

Wage berharap orangtua terus mengawasi anak agar tidak memasuki pergaulan bebas.

DPPKB akan melakukan koordinasi, sosialisasi, serta edukasi ke masyarakat untuk menekan kasus pernikahan usia dini. Pendekatn ke warga rutin digelar, dan menyisir rumah di pedesaan.

"Walaupun anggaran kecil tapi kita berusaha menekan jumah nikah usia dini," janjinya.

Ia juga akan gencar melakukan sosialisasi agar anak-anak dan remaja menjauhi pernikahan dini, bebas narkoba, dan seks bebas.

Sosialisasi diprioritaskan ke remaja di Karangasem, Bali, terutama siswa.

Melalui kegiatan ini diharapkan pernikahan usia dini bisa ditekan serta jumla penduduk terkendali. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved