Ida Bhatara Turun Kabeh
Kisah Jasa Ojek Pamedek di Besakih, Rela Antre Mengais Rezeki Pagi hingga Malam
Rangkaian Upacara Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) merupakan hari-hari mencari rezeki, bagi ratusan warga Besakih yang menawarkan jasa ojek
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Rangkaian Upacara Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) merupakan hari-hari mencari rezeki, bagi ratusan warga Besakih yang menawarkan jasa ojek kepada para pamedek di Pura Besakih.
Sejak pagi, para tukang ojek musiman ini sudah antre untuk menawarkan jasanya ke pamedek yang bersembahyang ke Besakih.
Mereka gampang dikenali, karena telah menggenakan rompi atau pakaian khusus untuk jasa ojek.
Dengan kehadiran mereka, pamedek menjadi terbantu karena tidak lagi harus berjalan kaki dari area parkir menuju ke kawasan pura.
Baca juga: Percepat Respons Saat Situasi Darurat, 160 Kamera CCTV Siaga Awasi Pemedek di Pura Besakih
Para tukang ojek musiman ini mencari penumpang tersebar di beberapa titik di area kawasan Pura Agung Besakih.
Mulai dari sebelah Timur Setra Desa Adat Besakih, padma bhuana, dan titik yang lainnya.
Untuk mendapatkan penumpang, mereka harus antre bergiliran dengan jasa yang lainnya. Bahkan, panjang anteran bisa mencapai 50 meter.
Seperti yang diungkapkan seorang tukang ojek, Wayan Widiana. Ia mulai menawarkan jasa ojek sejak 31 Maret 2026, biasanya mulai dari pagi hingga sore hari.
Baca juga: Ini Jadwal Resmi Bakti Penganyar IBTK 2026 di Pura Besakih Bali, Umat Diimbau Datang Sesuai Giliran
Namun jika pamedek sedang ramai, misalnya saat akhir pekan, ia bisa menawarkan jasa ojek hingga malam hari.
"Kemarin lumayan ramai, dapat ngojek sampai Rp500 ribu. Kalau sebelumnya hanya dapat Rp100 sampai Rp150," ujar Widiana, Jumat (10/4/2026).
Sementara tukang ojek lainnya I Nyoman Sudana mengatakan, dirinya mulai menawarkan jasa ojek di puncak upacara IBTK pada 2 April 2026 lalu.
Baca juga: Jadwal Bakti Penganyar Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2026 di Besakih, Mulai Denpasar Hingga Jawa
Ia mencari penumpang mulai dari Manik Mas, area Bencingah, dan titik yang lainnya.
Dalam sekali jalan mengantar pamedek, ia mematok harga Rp10 ribu. Dalam sehari ia rata-rata mendapat Rp100 ribu sampai Rp150 ribu perhari.
"Kalau penghasilan tidak menentu, kalau sepi rata-rata dapat Rp100-Rp150 ribu per hari. Kalau ramai bisa sampai Rp600 ribu," ungkapnya. (*)
Berita lainnya di Pura Besakih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tukang-ojek-antre-untuk-mencari-penumpang-di-kawasan-Pura-Besakih.jpg)