Umanis Galungan, Ramai Pembesuk Rutan Negara
Dalam menyambut Umanis Galungan itu para tahanan dan narapidana, saling bercengkerama dengan keluarga di ruang pengunjung Rutan
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Irma Budiarti
Umanis Galungan, Ramai Pembesuk Rutan Negara
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Rangkaian hari raya Galungan semarak diperingati umat Hindu di Bali.
Hari raya kemenangan dharma melawan adharma (kebaikan melawan kebatilan) adalah momen untuk berkumpul dengan keluarga. Begitu juga yang terasa di Rutan Kelas II B Negara, Kamis (25/7/2019).
Kepala Rutan Kelas II B Negara, Purniawal mengatakan, layanan kunjungan pada hari raya Galungan Juli 2019 ini, dilaksanakan pada UUmanis Galungan, Kamis (25/7/2019).
Dalam menyambut Umanis Galungan itu para tahanan dan narapidana, saling bercengkerama dengan keluarga di ruang pengunjung Rutan.
Momen ini memang dilakukan setiap perayaan Galungan atau hari raya besar agama lainnya.
"Ya ini sebagai langkah untuk mendekatkan keluarga dengan tahanan dan napi," ucapnya.
Purniawal menambahkan, program ini pun direpsons positif oleh warga binaan dan keluarga.
• Komentar Dias Angga Setelah Jalani Debut di Liga 1 2019 Bersama Serdadu Tridatu
• Sensatia Botanicals Pasarkan Produk Terbaru Hydrating Pomegranate Cleansing Water
Terlihat dengan peningkatan volume kunjungan pada Umanis Galungan tersebut, dibanding hari biasanya.
Hampir sebagian besar keluarga mulai istri, anak dan kerabat mengunjungi para tahanan.
"Untuk kegiatan ini kami membentuk tim layanan kunjungan untuk memfasilitasi layanan tersebut dan pengawasannya," imbuhnya.
Layanan kunjungan sendiri, sambungnya, dilaksanakan mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita.
Kemudian, kunjungan kedua layanan dibuka mulai pukul 13.30 Wita hingga pukul 15.00 Wita.
Selama kunjungan layanan, dari pagi hingga sore hari itu berjalan tertib, aman dan lancar.
"Saya selaku Karutan berterima kasih atas kerja sama petugas dan masyarakat sehingga kegiatan ini berjalan sesuai harapan," jelasnya.
Untuk jumlah warga binaan, diurainya, total tahanan ada sekitar 132 orang. Terdiri dari 46 tahanan dan 86 lainnya merupakan narapidana.
• Sekretaris Kemnpora Ingin Proses Naturalisasi Marc Klok Segera Rampung
• TRIBUN WIKI - Rekomendasi 8 Toko Sneakers di Kota Denpasar
Sedangkan umat Hindu yang berada di dalam tahanan ada sekitar 82, baik tahanan atau narapidana. Sedangkan sisanya merupakan umat muslim yang tersandung kasus pidana.
"Pastinya kami selalu berharap, selepas dari tahanan akan menjadi lebih baik," paparnya.
Apalagi, kata Purniawal, pihaknya telah membuat program beternak. Beberapa hari lalu sudah panen ternak babi oleh warga binaan umat Hindu. Hasilnya pun dibagi rata ke seluruh warga binaan.
Nah, selain itu juga ada pemberdayaan kelompok peternak ikan, ayam, kambing, sapi dan juga burung. Contohnya nanti ketika Idul Adha, prinsip bagi hasil bersama akan dilakukan oleh peternak muslim kepada non muslim.
Purniawal menambahkan, kelompok ini diadakan sebagai bentuk menciptakan warga binaan mandiri.
Dengan harapan, selepas dari Rutan, warga binaan akan lebih baik dengan memiliki keahlian dalam bidang peternakan. Sehingga keahlian itu bisa dimanfaatkan di tengah-tengah masyarakat saat keluar nanti.
"Terkhusus memang kami mengucapkan selamat hari raya Galungan kepada seluruh umat Hindu yang merayakan," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kunjungan-keluarga-ke-rutan-kelas-ii-b-negara-jembrana-bali-kamis-2572019.jpg)