Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kenakan Belangkon Hingga Disebut Dukunnya PS Tira Persikabo, Begini Pengakuan Nandang

Bahkan muncul gosip miring di media sosial bahwa PS Tira Persikabo dibantu oleh sosok yang memiliki 'kelebihan' atau dukun.

Editor: Ady Sucipto
DOK. PRIBADI NANDANG PERMANA
Media Officer Tira Persikabo, Nandang Permana. 

TRIBUN-BALI.COM - Penampilan ciamik PS Tira Persikabo hingga mampu menjadi tim paling impresif di Liga 1 2019 mendapat sorotan hangat pecinta bola.

Bahkan muncul gosip miring di media sosial bahwa PS Tira Persikabo dibantu oleh sosok yang memiliki 'kelebihan' atau dukun

Lalu benarkah demikian?

Melansir via Kompas.com, belakangan ini, muncul perbincangan ringan di media sosial bahwa PS Tira Persikabo bisa tampil impresif pada Liga 1 2019 berkat cara-cara negatif.

Cara-cara negatif yang dimaksud bukanlah pengaturan skor atau mafia sepak bola, melainkan menggunakan bantuan paranormal alias dukun.

Saat ini, Tira Persikabo memang sedang memuncaki klasemen sementara Liga 1 2019 dengan catatan tak terkalahkan dari 11 pertandingan.

Di media sosial, para netizen mengaku melihat sosok pria berbelangkon hitam di kepalanya yang kerap di belakang gawang setiap Tira Persikabo bertanding.

Pria berbelangkon itulah yang diyakini sebagai dukun Tira Persikabo untuk meraih kemenangan.

Padahal, kenyataannya, pria itu adalah Media Officer Tira Persikabo yang bernama Nandang Permana Sidik.

Nandang hadir dalam setiap laga Tira Persikabo karena itu sudah menjadi tugasnya untuk mendampingi tim sebagai pegawai media internal klub.

Saat ditanya mengapa kerap terlihat di belakang gawang, Nandang mengaku bahwa itu merupakan salah satu tempat kerjanya selain di tribune wartawan.

"Keberadaan saya di belakang gawang itu memang salah satu tempat kerja saya selain di tribune wartawan dan area tengah bersama wasit cadangan," ucap Nandang kepada Kompas.com, Sabtu (27/7/2019) sore.

Disangka "dukunnya" Tira Persikabo, Nandang tak lantas tersinggung atau marah kepada para netizen.

Pria berdarah Sunda asal Tasikmalaya, Jawa Barat, itu menilai pembahasan di luar lapangan seperti yang dialaminya saat ini adalah hal lumrah dalam sepak bola.

"Namanya juga sepak bola, bukan hanya 2 x 45 menit yang menjadi pembicaraan," ucap Nandang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved