Proyek Tanggul di Pantai Tegal Besar Bisa Ancam Habitat Penyu
Proyek tanggul pantai untuk mencegah abrasi tersebut ternyata cukup mengancam habitat penyu
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Warga bersama dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) melepasliarkan tukik jenis lekang di pantai Tegal Besar, Desa Negari, Banjarangkan, Klungkung, Senin (29/7/2019).
Tukik yang dilepasliarkan tersebut merupakan spesies penyu yang dilindungi dan habitanya kini semakin terancam
"Pesisir Sidayu, Lepang, hingga Pantai Tegal Besar ini memang menjadi habitat dari penyu lepang untuk bertelur. Penyu ini termasuk spesies langka yang dilindungi berdasarkan undang-undang No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan habitatnya," ujar Resort KSDA Klungkung, AA Gde Kusumayudha.
Sementara tidak jauh dari lokasi pelepasliaran tukik tersebut, terdapat satu unit alat berat yang tengah bekerja untuk membangun tanggul pantai.
Proyek tanggul pantai untuk mencegah abrasi tersebut ternyata cukup mengancam habitat penyu.
"Pembangunan tanggul pantai seperti itu, membuat habitat penyu untuk bertelur semakin sempit. Bayangkan saja, penyu mana bisa naik ke tanggul yang tinggi seperti itu," ungkap Gde Kusumayudha.
Selama ini, penyu bertelur membutuhkan habitat dengan pesisir yang cukup luas dan situasi yang tenang.
Selain pembagunan tanggul pantai yang tinggi, akomodasi pariwisata dan bangunan yang menjamur di pesisir juga menjadi ancaman bagi penyu untuk bertelur.
"Bukannya mau berbenturan dengan program pemerintah terkait penangnan abrasi, tapi tanggul pantai seperti itu membuat lokasi penyu untuk bertelur semakin terbatas. Semoga nanti pemerintah masih menyediakan pesisir, untuk tempat penyu bbertelur karena spesies ini juga dilindungi undang-undang," jelas dia.
Di Klungkung menjadi habitat dari dua penyu langka dan dilindungi. Pesisir Banjarangkan, seperti Sidayu, Lepang, dan Tegal Besar menjadi habitat bagi spesies penyu lekang.
Sementara di beberapa titik pesisir di Nusa Penida menjadi habitat bagi penyu hijau.
Penyu biasanya menuju pesisir untuk bertelur sepanjang bulan April sampai Oktober.
Warga lokal kerap menyelamatkan telur penyu yang bertelur di pesisir Tegal Besar karena kerap menjadi ancaman predator seperti biawak dan anjing.
"Hari ini (kemarin) npelepasliaran dilakukan 65 tukik yang berhasil menetas setelah telurnya diselamatkan warga," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/habitat-penyu-bertelur-di-pantai-tegal-besar.jpg)