Dua Remaja Bali Meninggal di Jepang, Siapa yang Bertanggung jawab Memulangkan Jenazahnya?

Jika segala situasinya berjalan lancar, jenazah kedua almarhum akan dipulangkan pada Jum'at (9/8/2019) pada pukul 11.00 waktu setempat.

Dua Remaja Bali Meninggal di Jepang, Siapa yang Bertanggung jawab Memulangkan Jenazahnya?
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi dua warga Bali tewas tenggelam di Jepang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua remaja asal Bali, Wayan Ada (21) dan Wayan Ariana (20) dikabarkan meninggal di Jepang.

Kedua pemuda itu meninggal setelah tenggelam terbawa arus sungai Warashina Perfektur Shizuoka Jepang, Minggu (4/8/2019) waktu setempat.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 14.20, Minggu (4/8), di sungai yang berada dekat Kota Iwaba.

Diketahui dua remaja ini berasal dari Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangsem.

Lalu siapa yang harus bertanggungjawab memulangkan jenazah Wayan Ada dan Wayan Ariana?

2 Jam Sebelum Tewas di Sungai Warashina Jepang, Wayan Ariana Sempat Telepon Meminta Hal Ini

Jadi Buruh Bangunan di Jepang, Wayan Ada Digaji Rp 15 juta Per Bulan & Kirim Uang Untuk Beli Truk

Orangtua Wayan Ada Mimpi Didatangi 2 Ambulans Sebelum Anaknya Tewas di Sungai Warashina Jepang

Orangtua I Wayan Ada, Wayan Parsa saat ditemui di rumanya, Banjar atau Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (6/8/2019) memperlihatkan foto almarhum putranya saat masih duduk di bangku SMK.
Orangtua I Wayan Ada, Wayan Parsa saat ditemui di rumanya, Banjar atau Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (6/8/2019) memperlihatkan foto almarhum putranya saat masih duduk di bangku SMK. (Tribun Bali / Saiful Rohim)

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda mengatakan, pemulangan jenazah merupakan kewajiban Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang mengirim.

Wayan Ada dan Wayan Ariana yang magang di bidang konstruksi di Jepang dikirim oleh LPK Dwipahara Bali yang beralamat di Jalan Kresna Nomor 87A Metra Kaja, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.

Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) Nomor PER. 08 /MEN/V/2008 tentang Tata Cara Perizinan Dan Penyelenggaraan Pemagangagan di Luar Negeri.

Dalam Pasal 21 ayat (1)  huruf e diatur bahwa penyelenggara pemagangan di luar negeri berkewajiban untuk menyediakan perlindungan asuransi kecelakaan kesehatan, kematian yang preminya ditanggung oleh lembaga penyelenggara yang besarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di negara tempat dilaksanakannya pemagangan.

Keluarga Wayan Ariana di Waringin, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (6/8/2019)
Keluarga Wayan Ariana di Waringin, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (6/8/2019) (Tribun Bali / Saiful Rohim)

Awalnya Pesta Barbeque, Wayan Ada & Wayan Ariana Tewas di Sungai Warashina Perfektur Shizuoka Jepang

Masih dalam pasal dan ayat tersebut pada huruf i dijelaskan bahwa kewajiban LPK juga menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh peserta pemagangan selama berada di Negara tempat magang.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved