Sponsored Content

Kelompok Tanimas Olah Limbah Ternak Menjadi Pupuk Bioorganik Dan Biourin

Kelompok peternak Tanimas beranggotakan sekitar 21 orang dengan kepemilikan sapi sekitar 45 ekor.

Kelompok Tanimas Olah Limbah Ternak Menjadi Pupuk Bioorganik Dan Biourin
Dok Udayana
Kelompok peternak Tanimas sangat antusias mengikuti pengolahan limbah ternak 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pengabdian Universitas Udayana untuk masyarakat melakukan pendampingan pada kelompok Ternak Tanimas, Desa Pangsan, Badung memanfaatkan limbah feses dan urin menjadi produk yang bernilai ekonomi.

Kelompok peternak Tanimas beranggotakan sekitar 21 orang dengan kepemilikan sapi sekitar 45 ekor.

Menurut perkiraan feses yang dihasilkan bisa mencapai 1,34 ton perhari dan ini menjadi bahan baku pembuatan pupuk yang potensial.

Pendampingan pelatihan pengolahan limbah feses menjadi pupuk dan urin menjadi biourin dilakukan Minggu (28/7/2019).

Di hadapan puluhan anggota ternak Tanimas dilakukan pelatihan teknologi pengolahan feses dengan mikroba efektif menjadi pupuk  bioorganik

Bahan campuran tambahan berupa serbuk gergaji, abu dapur dan mikroba efektif dengan perbandingan 70%; 25% dan 5%.

Sementara urin difermentasi dengan mikroba efektif yang sebelumnya ditambah dengan gula pasir.

Menurut keterangan Ketua Kelompok Bapak Dewa Nyoman Padaarsa dan Ketua Pengabdi I Ketut  Mangku Budiasa, yang ditemui di sela-sela pelatihan mengatakan sebetulnya kelompok punya beberapa alat penunjang untuk pengolahan limbah.

Peternakan Sapi Bali di Kelompok Tanimas, Pangsan sebagai sumber pupuk
Peternakan Sapi Bali di Kelompok Tanimas, Pangsan sebagai sumber pupuk (Dok Udayana)

Awal-awalnya dapat dikerjakan tetapi kemudian terus mangkrak dan alat sebagain sudah rusak.

Dengan pendampingan dari Universitas Udayana dan diperkenalkan teknik dan cara pembuatan yang praktis, kelompok kami merasa sangat besar peluang untuk dikerjakan, apalagi bahan feses sudah tidak masalah, urin juga melimpah.

“Karena pendapatan yang berpeluang besar untuk diperoleh setiap bulan adalah penjualan pupuk baik pupuk bioorganik dan biourin karena peluang pemasaran yang cukup besar, kami akan berkomitmen untuk itu,” jelas Dewa Nyoman Padaarsa.  

Di akhir, pelatihan kelompok Tanimas mengharapkan pendampingan dari Universitas Udayana yang berkelanjutan, ada transfer teknologi dan bantuan alat pengayak. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved