Dinas Kebudayaan Denpasar Usulkan 4 Tradisi Masuk Warisan Budaya Tak Benda

Dinas Kebudayaan Kota Denpasar kembali mengusulkan empat tradisi di Denpasar untuk ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda

Dinas Kebudayaan Denpasar Usulkan 4 Tradisi Masuk Warisan Budaya Tak Benda
Dinas Kebudayaan Denpasar
Tim Verifikasi Ahli WBTB melakukan peninjauan Kesenian Tari Legong Binoh di Banjar Binoh Kaja, Kamis (8/8/2019) kemarin. Dinas Kebudayaan Denpasar Usulkan 4 Tradisi Masuk Warisan Budaya Tak Benda 

Dinas Kebudayaan Denpasar Usulkan 4 Tradisi Masuk Warisan Budaya Tak Benda

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Kebudayaan Kota Denpasar kembali mengusulkan empat tradisi di Denpasar untuk ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Adapun empat tradisi ini yakni Tradisi Ngaro Banjar Medura Intaran Sanur (adat istiadat dan ritus), Sarana Sate Renteng (kemahiran, adat istiadat dan ritus), Tari Legong Binoh (seni pertunjukan), Tari Janger Kedaton sumerta dan Pegok Sesetan (seni pertunjukan).

Sebelumnya, pada tahun 2018 lalu empat tradisi lain berhasil ditetapkan sebagai WBTB yakni Ngerebong, Bas Merah, Baris Cina dan Baris Wayang.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram mengatakan usulan pendaftaran WBTB Indonesia ini dilaksanakan guna mendorong masyarakat untuk lebih tertarik dan sadar ikut serta dalam melestarikan kebudayaan.

Selain itu, dengan terdaftaranya sebagai WBTB tentunya kebudayaan di Denpasar selain tercatat di portal daerah, juga tercatat dalam portal nasional guna menghindari klaim dari negara lain.

“Semoga keempatnya dapat ditetapkan sebagai WBTB Nasional tahun 2019, dan Denpasar dapat tetap eksis di tingkat nasional bahkan di dunia melalui warisan budaya baik itu tangible maupun intangible,” ungkapnya.

Ngurah Mataram juga menekankan bahwa Disbud Kota Denpasar akan terus melakukan pendataan kebudayaan secara bertahap.

Keseluruhannya juga akan diusulkan untuk dapat ditetapkan menjadi WBTB Nasional setiap tahunya secara bertahap.

''Sebagai kota yang berwawasan budaya tentu kita harus melindungi dan menjaga keberadaan warisan budaya di Denpasar,” tegasnya.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved