Berita Denpasar
Warga Bakar Sampah dan Menumpuk di Pinggir Jalan Denpasar, Ini Tanggapan Wawali
Warga Bakar Sampah dan Menumpuk di Pinggir Jalan Denpasar, Ini Tanggapan Wawali
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Setelah pelarangan pembuangan sampah organik ke TPA Suwung per 1 April, marak terjadi pemabakaran sampah oleh warga di Denpasar.
Selain itu, muncul titik TPS liar dengan memanfaatkan lahan kosong.
Masyarakat juga ada yang membuang sampah ke sungai hingga menumpuk sampah berbungkus plastik kresek di pinggir jalan dan depan gang.
Terkait hal itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan pihaknya akan melakukan rapat evaluasi.
Baca juga: MDA Denpasar Arahkan Pemilahan dan Pembuatan Kompos dengan Pararem
Dalam rapat tersebut akan dipetakan apa permasalahannya dan dilakukan penyelesaian.
"Sehingga penumpukan-penumpukan sampah di jalan-jalan protokol, kemudian pembakaran sampah-sampah yang ada di ruang-ruang publik itu mungkin bisa kita tekan," paparnya, Senin, 13 April 2025.
Terkait permasalahan sampah organik, Pemkot melakukan pembagian komposter bag melalui desa dan lurah yang ada di Denpasar.
Baca juga: Viral Truk Dinas Pengangkut Satgas Pamtas TNI Tabrak Pemuda Hingga Tewas Di Bali, Ini Kata Kapendam
Dengan pembagian komposter bag ini, diharapkan akan mampu menyelesaikan masalah sampah organik di tingkat rumah tangga.
Meski begitu, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara menyebut, saat ini ada sedikit kendala terkait pengadaan komposter bag ini.
Seharusnya, ada 176 ribu komposter bag yang harus disiapkan dan dibagikan ke tingkat rumah tangga.
"Masih ada kekurangan karena memang penyuplainya, yang mana teman-teman di kepala desa sudah berupaya untuk melakukan pemesanan. Ternyata memang stoknya belum ada," paparnya.
Selain itu, sebagai penampungan dan pengolahan sampah organik, pihaknya juga menyiapkan tiga titik yakni di Kesiman Kertalangu, Padangsambian Kaja dan di Sesetan.
Pihaknya juga mengaku terus menggencarkan sosialisasi terkait pemilahan sampah.
Karena tanpa dukungan masyarakat untuk pemilahan, hal itu tidak akan berjalan maksimal.
| Pemilahan Sampah di Denpasar Capai 84 Persen, Arya Wibawa: Meningkat Setelah 1 April |
|
|---|
| 30 Sekolah di Denpasar Belum Miliki Kepsek Definitif, Tunggu Hasil Seleksi Kementerian Pendidikan |
|
|---|
| Target Belum Tercapai, Disdukcapil Denpasar Bali Kolaborasi Dengan Desa Dan Lurah Untuk Aktivasi IKD |
|
|---|
| Lahan Jl. Danau Tamblingan Sanur Bali Padat, Investor Kembangkan Properti Dengan Taman Komunal Hijau |
|
|---|
| Bakar 2 Orang Hidup-hidup hingga Tewas di Benoa Bali, Para Pelaku Terancam 10 Tahun Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/SAMPAH-Tangkapan-layar-sampah-dibuang-di-sepanjang-jalan-TPS3R-Sesetan-wcf.jpg)