Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Liga 1 Indonesia

Persebaya Pecat Djajang Nurdjaman, Begini Rekornya Selama Mengasuh Bajul Ijo

Tim berjulukan Bajul Ijo tersebut terlempar ke peringkat ke-7 klasemen Liga 1. Saat ini, Persebaya mengoleksi 18 poin dari 13 laga.

Editor: DionDBPutra
KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
Pelatih Persebaya Surabaya, Djajang Nurdjaman saat Pekan ke 6 Liga 1 2019 Persebaya Surabaya melawan Persela Lamongan yang berakhir dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/7/2019) sore. 

Persebaya Pecat Djajang Nurdjaman, Begini Rekornya Selama Mengasuh Bajul Ijo

TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA- Persebaya Surabaya pada Sabtu (10/8/2019) memustuskan memecat pelatih kepala Djadjang Nurdjaman.

Keputusan tersebut muncul setelah pertandingan Persebaya vs Madura United pada pekan k-13 Liga 1 2019 berakhir imbang 2-2. Hasil tersebut menjadi laga terakhir bagi Djanur.

Manajemen tentunya tak puas dengan kinerja Djanur setelah Persebaya hanya sekali menang dalam tujuh laga terakhir di Liga 1. Persebaya pun kemudian kesulitan bersaing dalam perebutan gelar juara.

Tim berjulukan Bajul Ijo tersebut terlempar ke peringkat ke-7 klasemen Liga 1. Saat ini, Persebaya mengoleksi 18 poin dari 13 laga.

"Evaluasi ini sudah disampaikan beberapa laga sebelumnya," kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi, dilansir situs resmi klub.

Teco: Juara Liga 1 Tak Bisa Diprediksi, Last Minute Semua Bisa Berubah

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Aquarius Bertemu Kenalan Baru, Pesona Scorpio Menarik Perhatian

"Namun, kami memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Dan, ternyata kami tak kunjung meraih hasil memuaskan,’’ tuturnya.

Djanur, sapaan akrab Djajang Nurdjaman, telah menerima semua keputusan manajemen. Ia menyatakan bertanggung jawab atas performa Persebaya yang terjadi akhir-akhir ini.

Pada musim lalu, Djanur sebenarnya mampu mengangkat performa Persebaya. Sempat terancam degradasi, lambat laun Persebaya mampu merangkak hingga finis di lima besar Liga 1 2017-2018.

Saat itu, Djanur menggantikan Angel Alfredo Vera. Pelatih asal Argentina tersebut memutuskan mundur pada Juli 2018, setelah Persebaya menelan 3 kekalahan beruntun.
Dengan demikian, Djanur hanya melatih Persebaya selama 340 hari saja. Eks pelatih Persib Bandung tersebut memimpin Persebaya dalam 41 laga.

Dari 41 laga tersebut, Djanur mencatat 21 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 10 kekalahan. Uniknya, Djanur baik saat datang maupun pergi dari Persebaya gagal memberikan kemenangan.

Saat itu dalam laga debut, Djanur menelan kekalahan. Persebaya ditumbangkan Tira dengan skor 0-2.

Terlepas dari itu, Djanur pernah mencatatkan sejarah dengan membawa Persebaya ke final Piala Presiden 2019.

Namun, Persebaya gagal menjadi juara setelah dikalahkan Arema FC. Bicara soal Arema, Djanur selalu gagal mengalahkan Arema. Tercatat saat menangani Persebaya, Djanur sudah 3 kali bertemu dengan Arema.

Hasilnya, Persebaya menelan 2 kekalahan dan satu kali imbang. Salah satu kekalahan terjadi pada final kedua Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved