Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kami Warga Desa Lebih Korban Asap Kebakaran TPS Temesi, 'Sebet Yen Tuturang'

Pemkab Gianyar tak memiliki rencana dalam menangani kebakaran TPA Temesi yang asapnya sudah enam bulan terakhir mencemari wilayah Desa Lebih.

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Eri Gunarta
Seorang pengendara lewat di daerah Desa Lebih, Gianyar yang terkena dampak paparan asap kebakaran TPA Temesi, Minggu (11/8/2019). Warga bahkan memasang baliho sebagai bentu protes kepada pemerintah. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pemkab Gianyar tak memiliki rencana, bahkan jangka pendek sekalipun dalam menangani kebakaran TPA Temesi yang asapnya sudah enam bulan belakangan ini  mencemari wilayah Desa Lebih, Gianyar.

Masyarakat setempat telah meminta bantuan ke berbagai pihak untuk menangani persoalan ini, namun tak membuahkan hasil.

Sebagai bentuk protes, warga setempat memasang baliho yang bertuliskan "Selamat Datang di Zona Berbahaya Asap TPA Temesi. Kami Warga Desa Lebih Korban Asap Kebakaran TPS Temesi. Sebet Yen Tuturang."

Selama ini, Pemkab hanya menyerahkan persoalan ini pada pihak pemadam kebakaran (Damkar).

Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih merupakan satu di antara banjar yang terkena dampak paling parah dari asap kebakaran TPA Temesi.

Akibat terpapar asap beracun selama 24 jam, sejak beberapa bulan ini, dua orang warga mengalami penyakit Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA).

Hal ini dikatakan oleh Kelian Adat Banjar Lebih Beten Kelod, Dewa Gede Piyadnya, Minggu (11/8/2019).

Mengantisipasi agar korban tidak bertambah banyak, ia berencana akan mendatangi Bupati Gianyar, Made Mahayastra, agar segera mengatasi kebakaran ini.

Namun dia menegaskan, kedatangannya nanti merupakan wujud aksi damai, menjunjung tinggi sopan santun.

Sebelum menemui bupati, ia akan menggelar paruman dengan semua krama, tokoh masyarakat, semua prajuru, dan saba desa.

“Kami akan mencari pemimpin kabupaten. Kami mengadakan aksi damai, penuh sopan santun, biar ada aksi serius untuk menangani asap itu. Saya inginnya dari pemerintah, Kadisnya yang berhubungan turun malam harinya. Biar bisa membuktikan dan merasakan penderitaan masyarakat. Biar kami tak dikira buat-buat. Bahkan masyarakat kami sudah ada yang kena ISPA sebanyak 2 orang. Kita sudah kumpulkan buktinya,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari sejumlah petugas Damkar, kebakaran tidak akan pernah tuntas bila bara api di dalam tumpukan sampah tidak dikeruk dengan alat berat.

Sementara yang terjadi, dua alat berat yang ada di TPA Temesi justru lebih mengutamakan pelayanan menerima/memindahkan sampah baru, baik yang dibawa truk maupun pick-up.

Sampah-sampah baru ini menimbun sampah yang di bawahnya terdapat api. Akibatnya, bara semakin terpicu oleh sampah baru.

“Kalau kedatangan sampah disetop beberapa hari dan alat berat mau bantu, Damkar jamin api dapat didinginkan. Namun Pemkab tak berani, takut truk sampah demo lagi seperti sebelumnya,” ujar petugas yang enggan disebutkan identitasnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved