5 Warga Sesak Napas Akibat TPA Temesi, Walhi & Frontier Bali Minta Tanggungjawab Bupati dan Gubernur

Sebanyak lima orang warga Desa Lebih disinyalir mengalami sesak nafas akibat buruknya kualitas udara sebagai dampak dari kebakaran

5 Warga Sesak Napas Akibat TPA Temesi, Walhi & Frontier Bali Minta Tanggungjawab Bupati dan Gubernur
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Walhi bersama Frontier Bali menunjukkan bukti pengiriman surat yang dikirimkan ke Gubernur Bali Wayan Koster saat konferensi pers di Sekretariat Walhi Bali, Rabu (14/8/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak lima orang warga Desa Lebih disinyalir mengalami sesak napas akibat buruknya kualitas udara sebagai dampak dari kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Temesi, Gianyar.

Atas permasalahan tersebut, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali dan Front Demokrasi Perjuangan Rakyat Bali (Frontier Bali) meminta Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra dan Gubernur Bali Wayan Koster untuk bertanggungjawab.

Hal itu Walhi dan Frontier Bali katakan saat melakukan konferensi pers di Sekretariat Walhi Bali, Rabu (14/8/2019).

Direktur Eksekutif Walhi Bali I Made Juli Untung Pratama mengatakan, kebakaran di TPA Temesi adalah sebagai bentuk dari kegagalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam pengelolaan sampah.

Karena kegagalan pengelolaan sampah tersebut, kata dia, akhirnya menyebabkan masyarakat mengalami kerugian sesak nafas sehingga mereka mengeluarkan biaya untuk berobat.

"Jadi dalam hal ini, Pemprov Bali (dan) Pemkab Gianyar wajib bertanggungjawab secara mutlak atas kejadian tersebut termasuk kepada korban-korban akibat paparan asap tersebut," jelasnya.

Saat ditanya apakah Walhi menyarankan penutupan TPA Temesi, Untung Pratama mengatakan bahwa terlebih dahulu pemerintah harus mengukur daya tampung dan daya lingkungan di Bali.

Karena menurutnya, sampai saat ini masyarakat tidak mengetahui seberapa besar daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup di Bali karena tidak pernah dibuka oleh Pemprov Bali.

"Jadi penting bagi kita untuk menyikapi hal tersebut (untuk) mengetahui daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup di Bali," tuturnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Frontier Bali Made Krisna Dinata mengatakan, kebakaran sampah di TPA Temesi seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah untuk secara pasti dalam menyikapi pengelolaan lingkungan.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved