500 Orang Akses Wifi di Pasar Badung dalam Sehari, Begini Langkah untuk Login
Di Pasar Badung, akses wifi gratis diperuntukkan bagi seluruh pedagang dan pengunjung pasar yang tersebar di 18 titik
Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selain mendapat bantuan wifi dari Pemprov Bali, Denapsar juga bekerjasama dengan Google Station untuk penyediaan wifi gratis di tempat-tempat umum.
Beberapa lokasi yang telah dipasangi wifi dari Google ini yakni Pasar Badung semua lantai, di tukad Taman Kumbasari, Tukad Bindu, Sewaka Dharma, Taman Kota Lumintang dan saat ini di RSUD Wangaya masih dalam proses pemasangan.
Hal tersebut dikatakan oleh Kadiskominfo Kota Denpasar, I Dewa Made Agung yang diwawancarai Kamis (15/8/2019) siang.
Untuk di Pasar Badung, menurutnya wifi ini diperuntukkan bagi seluruh pedagang dan pengunjung pasar yang tersebar di 18 titik.
"Sebagai pasar rakyat, Pasar Badung wajib didukung fasilitas yang memberikan kemudahan bagi seluruh pengunjung baik pedagang dan pembeli," kata Agung.
Dengan adanya koneksi internet ini diharapkan pedagang dapat memanfaatknya sebagai wahana promosi serta memperkenalkan produk yang dijual.
"Akses Wi-Fi gratis ini juga sebagai upaya mendukung sarana informasi dan komunikasi pedagang serta untuk memudahkan promosi," imbuhnya.
Adapun langkah-langkah dalam penggunaan wifi ini yakni dengan mengaktifkan jaringan Wifi di gadget atau ponsel.
Selanjutnya pilih jaringan Wi-Fi ‘CBN-Google Station’, masukkan nomor telepon pengguna.
Nantinya pengguna akan menerima kode konfirmasi lewat SMS dan kode tersebut diinput.
Selanjutnya tunggu hingga keluar tanda centang dan gadget telah terhubung ke internet.
"Dengan telah terhubunganya ke internet, maka pengunjung dapat memnfaatkan koneksi internet yang lebih cepat," katanya.
Sementara Taman Kumbasari Tukad Badung sebanyak 3 titik, Taman Kota Lumintang dan Youth Park sebanyak 8 titik, dan di Tukad Bindu sebanyak 3 titik.
Saat ini khusus di Pasar Badung perhari pengguna wifi gratis rata-rata 500 pengguna.
Pihaknya kini juga mengajukan penambahan wifi gratis ke Google Station.
Rencananya wifi tersebut dipasang di Puputan Badung, Pasar Kumbasari serta pasar desa yang tersertfikasi SNI dari pemerintah.
"Ini cuma baru pengajuan," katanya.
Sementara itu bantuan wifi gratis dari Pemprov Bali telah terpasang di 54 titik di Kota Denpasar.
Semua wifi tersebut dipasang di wantilan desa, maupun puskesmas juga ditempat-tempat umum.
"Dipasangnya di wantilan ada, puskesmas, juga di tempat-tempat umum. Itu sudah ada titik-titiknya. Kalau yang di desa kurang lebih 35 titik," katanya.
Ia mengatakan dengan dipasangnya di 54 titik ia menganggap sudah 100 persen terpasang di Denpasar.
Wifi ini juga dipasang di 8 titik pada tempat umum di Denpasar.
Delapan titik ini meliputi Art Center, Museum Bali, Bajra Sandi, Puputan Badung dua titik, Sanur, Blanjong, dan Taman Kota Lumintang.
"Menurut info, rencananya akan ada penambahan dari Pemprov Bali, namun belum tahu lagi berapa," katanya.
Penggunaan wifi ini pun cukup banyak peminat.
Ia mencontohkan di Lumintang, dalam sehari rata-rata ada 300 pengguna.
Untuk antisipasi penyalahgunaan penggunaan wifi ini, pihak penyedia wifi sudah melakukan antisipasi dengan mengunci situs-situs yang berbau porno maupun SARA.
"Kalau ada yang menyalahgunakan kami bisa minta datanya. Dan dari penyedia juga sudah mengunci untuk antisipasi kalau ada disalahgunakan," katanya.
Sementara pengontrolan penggunaan wifi dari Google Station pun lebih mudah apalagi pengguna harus registrasi dengan nomor HP dan nomor HP sudah terintegrasi dengan NIK.
Menurutnya keberadaan wifi ini bisa membuat masyarakat lebih melek teknologi.
"Ini lebih mendekatkan teknologi pada masyarakat karena dekat rumah sehingga bisa belajar. Paling tidak saat ini mereka tidak mengeluarkan biaya," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wifi-pasar-badung.jpg)