Klungkung

TOSS Center Akan Memanfaatkan Lahan 4,5 Hektar di Dusun Karang Dadi

TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre, akan segera dibangun di Dusun Karang Dadi, Desa Kusamba, Klungkung.

TOSS Center Akan Memanfaatkan Lahan 4,5 Hektar di Dusun Karang Dadi
istimewa
Seremonial peletakan batu pertama pembangunan TOSS Centre di Dusun Sente, Desa Kusamba, Klungkung, Kamis (15/8). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre, akan segera dibangun di Dusun Karang Dadi, Desa Kusamba, Klungkung.

Pembangunan intalasi pengolahan sampah ini akan memanfaatkan tanah milik Pemerintah Provinsi Bali seluas 4,5 Hektar.

Sebagai langkah awal pembangunan tersebut, Pemkab Klungkung telah melakukan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan Toss Centre Karang Dadi, Kamis (16/8/2019)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Kirana menjelaskan, Pemkab Klungkung telah memohon lahan Pemprov Bali seluas 4,5 hektar di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba untuk dapat digunakan sebagai lokasi pembangunan TOSS Centre.

Dari luas tanah tersebut, tahap pertama akan dibangun tempat pengolahan sampah dengan luas 20 are.

Sementara sisa lahannya akan dibangun bangunan penunjang lainnya, pada tahun berikutnya.

"TOSS Centre ini dibangun dengan bertahap," ujar AA Kirana, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya, TOSS Center ini hanya akan melakukan pengolahan sampah menjadi energy yang terbarukan.

Sedangkan sampah residu, akan dibawa ke TPA Suwung atau TPA Regional Bangli.

Terkait pengerjaan Bangunan TOSS ini dilakukan selama 105 Hari kalender, dengan penyedia CV. Nusa Tirtha Amertha, dan Konsultan berasal dari CV. Natural Design.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan, bangunan TOSS Center ini akan dilengkapi dengan Learning Center, dengan Harapan TOSS yang merupakan teknologi yang sudah diakui Nasional dengan masuk inovasi TOP 40 dapat berkembang, sehingga bisa menjadi salah satu solusi untuk menuntaskan masalah sampah di Kabupaten Klungkung.

“Pemkab akan mengawal penuh teknologi TOSS ini, kami akan buktikan bahwa teknologi TOSS merupakan teknologi yang paling ampuh dalam mengatasi masalah sampah,” Ujar Bupati Suwirta.

Terkait metode TOSS yang sering dipandang gagal, Suwirta mengatakan hal itu karena masyarakat yang belum memahami metode TOSS sepenuhnya.

Suwirta menugaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahanan Kabupaten Klungkung, untuk tetap melakukan sosialisasi mengenai metode TOSS kepada masyarakat.

“Semoga Toss Center bisa menjadi Pusat pengolahan sampah dan bisa menjadi tempat pembelajaran bagi Kabupaten/Kota/Provinsi di Indonesia dalam menangani sampah. Proses pembangunan bangunan TOSS ini harus dikawal dengan baik”, pungkasnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved