Datang di Pelatihan, Yaqut Cholil Qoumas 'Suntik' Kader Ansor dan Banser Bali Seperti Ini
Ada 107 peserta yang ikut dalam kegiatan yang akan digelar mulai Jumat (23/8/2019) hingga Mingu (25/8/2019) mendatang.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Rizki Laelani
Datang di Pelatihan Kader Ansor dan Banser Bali, Yaqut Cholil Qoumas: NKRI Darah Daging Kita
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas membuka secara resmi kegiatan pelatihan lanjutan kader Ansor dan Banser Bali di Pondok Pesantren Rhaudlatul Hufadz, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (22/8/2019) malam.
Ada 107 peserta yang ikut dalam kegiatan yang akan digelar mulai Jumat (23/8/2019) hingga Mingu (25/8/2019) mendatang.
Dalam kegiatan ini, melibatkan peserta dari seluruh Pimpinan Cabang GP Ansor Bali di 9 kabupaten/kota se-Bali.
Termasuk juga beberapa peserta dari pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor asal daerah lain seperti Riau dan Jambi.
• 20 ABK KM Mina Sejati Tewas Dibantai Saat Sedang Tertidur, 3 Pelaku Langsung Menceburkan Diri
• Live Streaming, Indonesia Tersisa 4 Wakil, Jonatan Christie Main Pukul 20.30 WITA
Kemudian juga dihadiri jajaran Rais Syuriah PWNU Bali, KH Noor Hadi Al Hafidz, Ketua PWNU Bali, H Abdul Azis, Sekjen PWNU Bali H Makhfudz MA, dan ketua PCNU Kota Denpasar H Pujianto serta beberapa ketua Lembaga di PWNU Bali.
"Tercatat sekitar 107 peserta telah mendaftar akan mengikuti pelatihan yang meliputi Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL)II, Diklatsar Provoost Banser Nasional III, dan Dirosah WusthoI,” papar Ketua Panitia Kegiatan, Ainun Ni’am atau yang akrab disapa Gus Ni’am dalam laporannya.
Sementara itu, H. Yaqut Cholil Qoumas membuka secara resmi kegiatan ini dengan diawali orasi kebangsaan untuk memotivasi para peserta.
Dalam orasinya, Gus Yaqut yang hadir didampingi Sekjen Adung, Abdul Rahman serta beberapa jajaran pengurus PP GP Ansor mengingatkan agar kader Ansor dan Banser Bali selalu menjunjung langit dimanapun tempat kaki berpijak.
“Setiap kader Ansor dan Banser harus mengerti bagaimana memposisikan dirinya. Kita harus tahu kebudayaan dan keyakinan dimana kita hidup sekarang. Indonesia ini adalah harga diri kita, NKRI darah daging kita, hasil perjuangan kita. Kalau ada kelompok berusaha merusak NKRI berarti menginjak harga diri kita,” tegas putra mendiang KH. Cholil Bisri itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/yaqut-cholil-qoumas.jpg)