Pendakian Ke Puncak Gunung Batukaru Hanya Diperbolehkan Bagi Yang Akan Nangkil Ke Pura

Tujuan surat tersebut bukan merupakan larangan melakukan pendakian, melainkan imbauan agar tidak mendaki karena kepentingan rekreasi.

Pendakian Ke Puncak Gunung Batukaru Hanya Diperbolehkan Bagi Yang Akan Nangkil Ke Pura
Tribun Bali / I Made Prasetia Aryawan
Suasana di areal jaba sisi Pura Batukaru, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sesuai dengan Surat Edaran Nomor 2193 tahun 2019 tentang penutupan pendakian ke Puncak Gunung Batukaru, masyarakat seluruhnya dilarang melakukan pendakian ke areal puncak gunung hingga karya agung berakhir pada 2 April 2020 mendatang.

Pihak Desa Adat Wongaya Gede menyatakan surat edaran tersebut awalnya dibentuk berdasarkan paruman (rapat) terkait kejadian kebakaran beberapa pekan lalu dan serangkaian karya agung.

Dan tujuan surat tersebut bukan merupakan larangan melakukan pendakian, melainkan imbauan agar tidak mendaki karena kepentingan rekreasi.

"Surat edaran tersebut ada karena sebelumnya sudah ada kesepakatan dan ada yang disebut Ida Bhatara Napak Pedasaran. Itu bukan dilarang, tapi diimbau kepada masyarakat untuk tidak mendaki jika tujuannya untuk rekreasi hingga karya agung selesai," Bendesa Adat Wongaya Gede, I Ketut Sucipto saat dihubungi, Kamis (29/8/2019).

Dia melanjutkan, artinya kita tak perkenankan untuk mereka yang mau mendaki saja atau rekreasi, sedangka jika sembahyang atau nangkil ke Pura Pucak Kedaton diperbolehkan.

Tapi aturan yang telah disepakati delapan Bendesa Adat, mereka yang akan mendaki harus menandatangi surat pernyataan.

Apabila nantinya terjadi musibah, kata dia, itu merupakan tangung jawab masing-masing, baik musibah kebakaran atau kecelakaan pribadi.

Dan perlu diingatkan, masyarakat yang mau ke Pucak Kedaton paling tidak menyampaikan ke petugas Pura Batukaru baik yang masuk melalui sisi timur dan barat karena banyak pintu masuk.

"Nanti juga kami mohonkan kepada warga agar setor KTP sehingga identitasnya diketahui secara jelas. Minimal mereka yang mau naik ke puncak untuk sembahyang, menandatangani sehari sebelum mendaki," ucapnya.

Disinggung mengenai mulai kapan dan sampai kapan diberlakukannya hal tersebut, Sucipto mengakui keputusan masih belum final.

Yang jelas, saat karya agung dilarang melakukan pendakian untuk rekreasi namun diperbolehkan untuk warga yang akan tangkil atau sembahyang ke Pura Pucak Kedaton.

"Untuk waktunya masih belum juga final atau belum pasti, kita akan masih koordinasi lebih lanjut," tutupnya.

Untuk diketahui, dalam surat edaran tertanggal 20 Agustus 2019 tersebut bertuliskan

"Sehubungan dengan pelaksanaan karya agung Pengurip Gumi Sad Kahyangan Jagat Bali Pura Luhur Batukaru Desa Adat Wongaya Gede, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan yang puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 20 Pebruari 2020. Maka bersama ini disampaikan kepada masyarakat seluruhnya mensosialisasikan kepada masyarakat yang ada di wilayahnya agar tidak melakukan pendakian ke puncak gunung Batukau sejak edaran ini diterima sampai dengan berakhirnya rangkaian karya pada tanggal 2 April 2020."

Hal ini ditujukan kepada Bupati/Walikota se-Bali, Lingkungan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, dan para Camat Se-Tabanan.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved