Inspirasi
Hobi Buat Jamu Sejak Gadis, Jamu Sehat Bu Desak Kini Beromzet Rp 25 Juta per Bulan
Desak Putu Ayu Suartini membuktikan bahwa usaha tradisional miliknya mampu bersaing dengan usaha kekinian.
Penulis: Noviana Windri | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tidak selamanya merintis usaha tradisional menjadi usaha yang tak menjanjikan.
Desak Putu Ayu Suartini membuktikan bahwa usaha tradisional miliknya mampu bersaing dengan usaha kekinian.
Berkat hobinya saat masih gadis yang selalu mengonsumsi jamu-jamuan tradisional.
Kini, Bu Desak, sapaan akrabnya menjadi pengusaha jamu tradisional dengan omzet yang terbilang fantastis.
Beralamat di Banjar Sibang, Jagapati, Abiansemal, Badung, ia dibantu dengan dua karyawan memproduksi jamu-jamuan tradisionalnya dan satu karyawan bagian marketing memasarkan produknya.
"Rata-rata omzet saya Rp 25 juta per bulan. Paling banyak ya pernah dapat Rp 32 juta, Gek," ceritanya ramah.
Usaha ini dinamai Jamu Sehat Bu Desak.
Ia merintis usahanya sejak tahun 2016 dan hanya dibantu oleh beberapa anggota keluarga.
"Dulu awal merintis cuma dibantu keluarga saja. Makin lama saya coba menjual online dan makin banyak yang membeli dan kewalahan saya produksi. Jadi saya cari orang untuk membantu lagi," tuturnya.
Tak main-main, berkat keuletan dan kerja kerasnya, Bu Desak kini telah bekerja sama dengan 3 hotel ternama di Denpasar dan Kuta.
"Sudah satu tahun saya bekerja sama dengan hotel-hotel untuk dijadikan wolcome drink. Biasanya pihak hotel ada yang minta dua hari sekali ada yang tiga hari sekali. Sekali kirim ke hotel biasanya sebanyak tujuh jeriken isi lima liter," ungkapnya.
Meski demikian, tentu setiap usaha selalu ada asam manisnya.
Bu Desak mengungkapkan terkadang ia kesulitan mendapatkan bahan baku untuk jamu-jamuan tradisionalnya karena keberadaannya yang sudah mulai langka.
Seperti daun beluntas, temu kunci, atau asem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/stand-jamu-sehat-bu-desak-kini-omzet-rp-25-juta-per-bulan.jpg)