Sembilan Hari Tak Keluar Kamar, Pria yang Kerap Dipanggil 'Jendral' Tewas di Kamar Kos Sanur

Sembilan Hari Tak Keluar Kamar, Pria yang Kerap Dipanggil 'Jendral' Tewas di Kamar Kos Sanur

Sembilan Hari Tak Keluar Kamar, Pria yang Kerap Dipanggil 'Jendral' Tewas di Kamar Kos Sanur
DOK BPBD Denpasar
Sembilan Hari Tak Keluar Kamar, Pria yang Kerap Dipanggil 'Jendral' Tewas di Kamar Kos Sanur 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Ditemukan Mr X tak bernyawa di dalam kamar kos di jalan Penyaringan III no 21, Sanur, Densel, Minggu (1/9/2019).

Diketahui sebelum ditemukan tewas, korban tidak pernah keluar kos selama sembilan hari dikarenakan menderita penyakit kencing manis.

Pemilik kos, I Wayan Sampun mengatakan, saat itu ia dihubungi oleh penjaga kos bahwa di dalam kamar korban mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

Kisah Janda Muda: Tinggal di Bali, Minta Dihamili Bule Beristri, Lahir Anak Kembar

Ani Yudhoyono Datang Dalam Mimpi Rasyid: Salam untuk Dara ya, Memo Bilang Iya Nanti Memo Sampein

"Sekitar pukul 08.30 WITA, mencium bau busuk. Setelah itu saya dan saksi lainnya serta Kepala Lingkungan mendobrak jendala kamar kos korban. Pada saat masuk, korban sudah tak bernyawa," ujarnya.

"Korban biasa dipanggil Jendral dan memang selama 9 hari tidak pernah keluar kos karena sakit," imbuhnya.

Saat dihubungi Tribun Bali, Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya membenarkan kejadian tersebut.

Ular Kepala Dua di Tabanan Viral, Perbekel Kukuh: Tempat Itu Angker, Jro Mangku Ambil Langkah ini

SERIUS, Gadis Cantik Bernama Sarah ini Sedang Mencari Jodoh, Banyak Hal Tak Lazim yang Diterimanya

Korban dengan identitas Mr X (65) ditemukan tewas dengan kondisi telanjang dada, kaki sebelah kanan terlihat kurus.

"Korban tersebut identitasnya masih belum jelas alias Mr X. Tidak ada indikasi dibunuh atau kekekarasan. Kejadian ini memang murni karena korban mengalami penyakit kencing manis dan tidak pernah diobati," kata Wirajaya.

"Memang sebelum diketahui tewas, korban tidak pernah keluar selama 9 hari. Lukanya saja dibungkus dengan kantong plastik. Sementara itu, terkait keluarga korban masih belum diketahui dan masih belum ada yang dijalin," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Denpasar, Ida Bagus Joni Ari Wibawa mengatakan, ia mengerahkan personil untuk mengevakuasi korban.

"Kami evakuasi korban menuju RSUP Sanglah," ucapnya.

Penulis: Rino Gale
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved