Video Panas Viral, Kata Kunci Banjarmasin Banyak Dicari di Google
Saking hebohnya, kata kunci "Banjarmasin" juga menjadi salah satu yang paling dicari di mesin pencarian google.
Video Panas Viral, Kata Kunci Banjarmasin Banyak Dicari di Google
TRIBUN-BALI.COM - Video panas Banjarmasin kembali membuat heboh.
Saking hebohnya, kata kunci "Banjarmasin" juga menjadi salah satu yang paling dicari di mesin pencarian google.
Kata kunci Banjarmasin ini setidaknya sudah dicari lebih dari 5 ribu kali di mesin telusur Google.
Melansir Kantor Berita Nasional Antara, kasus ini sedang ditangani Polresta Banjarmasin.
Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin sedang mengumpulkan alat bukti dan melakukan penyelidikan terhadap kasus beredarnya Video panas Banjarmasin yang diduga diperankan sepasang warga di Banjarmasin.
• Bunga pun Impor, Ini Curhatan Didon Tentan Bunga Lokal Bali
• Timnas U-22, Bali United, dan PSIM Yogyakarta Akan Unjuk Gigi di Trofeo Hamengkubuwono 2019
• Manjakan Pengunjung di Bulan September, Element Family Fun Lippo Mall Kuta Hadirkan 3 Permainan Baru
"Kasusnya sudah ditangani. Penyidik sudah lakukan pemeriksaan," ujar Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi Sik di Banjarmasin, Sabtu (31/8/2019) dilansir Antara.
Perkembangan terkini, pemeran pria dalam Video Panas Banjarmasin itu sudah memberi keterangan ke Satreskrim Polresta Banjarmasin.
G, pemeran dalam video panas Banjarmasin tersebut merasa nama baiknya tercemar atas beredarnya Video Panas itu.
G, pemeran dalam video panas Banjarmasin merasa tidak terima karena video yang bersifat pribadi yang dibuat bersama pasangan N untuk koleksi pribadi itu menyebar luas di wilayah kota seribu sungai ini.
"Memang benar, korban G sudah melapor ke kami dan sudah kami periksa dan dia juga sudah menunjukan handphone untuk merekam adegan syur bersama tunanganmya tersebut dan tidak hilang," kata Ade.
Kasat Reskrim terus mengatakan, penyidik menemukan kemungkinan kalau video asusila tersebut dipindahkan oleh orang lain karena Hp untuk merekam video tersebut tidak hilang.
Untuk langkah berikut penyidikan, pihak penyidik nanti akan memanggil pemeran wanita dalam video syur berinisial N untuk dilakukan pemeriksaan.
"Dalam menangani kasus beredarnya video mesum sepasang kekasih di Banjarmasin ini kami akan berkoordinasi dengan pihak Ditkrimsus Polda Kalsel," kata perwira lulusan Akpol angkatan 2006 itu.
Video Amoral Guru dan Muridnya Tersebar, Korban Mengaku Dijadikan Budak Seks
Kasus asusila yang diduga dilakukan oknum guru di Kubu Raya terhadap siswinya yang baru berusia 17 tahun terungkap dua hari jelang Idul Fitri 2019.
Video itu tersebar di kalangan warga sekitar tempat sekolah dan tempat tinggal korban, di sebuah desa di bilangan Jl Trans Kalimantan, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.
Norsalam, mantan kepala desa (kades) setempat yang pada waktu kasus ini terkuak turut di hadirkan warga untuk dimintai pendapat, membenarkan hal ini saat ditemui kediamannya di Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya.
Ia pun mengimbau kepada warga untuk tidak main hakim sendiri dan berlaku anarkis di desa dan menyerahkan seluruh prosesnya ke pihak berwajib.
Selanjutnya, dirinya juga meminta kepada pihak terduga pelaku untuk menyerahkan diri.
"Saya minta juga kepada pelaku, ya kooperatif lah, menyerahkan diri, yang penting menyerahkan diri, kalau mau membantah akan laporan korban silahkan membantah di kantor polisi. Datang menghadiri itu biar sama-sama enak," tuturnya.
Dirinya pun berharap kepada pihak kepolisian agar dapat mengusut tuntas kejadian ini.
"Harapan kami semua bisa aman damai, jangan sampai karena masalah ini satu desa menjadi bermusuhan," ujarnya.
Dirinya pun membenarkan bahwa kejadian ini terkuak karena adanya video asusila antara korban dan terduga pelaku yang tersebar di masyarakat desa.
"Ya kalau itu benar, karena kalau kami ndak bisa inikan, karena itu hpnya ini ada sama korban, kami serahkan kepada pihak kepolisian dan untuk terkait video ini kami tidak ada, kami hanya mendampingi laporan ke polisi, dan visum saja, ya mungkin terkait video ini bisa di konfirmasi ke pihak korban," katanya.
Ia pun mengungkapkan bahwa terduga pelaku saat ini telah menjadi DPO atas informasi dari pihak kepolisian.
"Saya dapat informasi dari polisi itu katanya dia ini sudah jadi DPO," tuturnya.
Diketahui seorang siswi setingkat SMA bernisial HU (17) di sebuah desa di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat mengaku menjadi budak seks oleh gurunya sendiri.
HU diduga menjadi korban asusila atau pencabulan oleh gurunya sendiri.
Oknum guru yang dimaksud mengajar sekaligus pemimpin lembaga pendidikan di mana korban menimba ilmu sejak 2016 silam.
Kasus ini terbongkar dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 2019 seteah video asusila diduga korban dan terduga tersebar ke penduduk desa.
Dari informasi dihimpun, terduga pelaku telah memiliki empat istri.
Tiga istri muda juga merupakan muridnya di lembaga pendidikan di mana ia mengajar.
Viral Video Panas Eks Pegawai BUMN
Viral video asusila berdurasi 17 menit menghebohkan warga Palembang, Sumatera Selatan, diduga diperankan mantan pengawai bank BUMD tersebar di media sosial.
Pada video tersebut terlihat seorang perempuan sedang berhubungan intim dengan pria.
Sang pria diduga yang merekam adegan suami istri tersebut.
Video mesum yang diduga mantan pegawai bank BUMD di Palembang, Sumatera Selatan, menjadi viral setelah tersebar di berbagai grup WhatsApp.
Dalam video yang berdurasi 17 detik tersebut, terlihat seorang perempuan sedang berhubungan intim dengan pria.
Sang pria diduga yang merekam adegan suami istri tersebut.
Setelah ditelusuri, perempuan tersebut diketahui berinisial DF yang merupakan mantan pegawai Bank Sumsel Babel.
Menurut Faisol, DF telah mengundurkan diri bulan lalu dan saat ini tidak lagi tercatat sebagai pegawai.
"Dia tercatat sebagai karyawan kontrak dan waktu itu sebagai marketing officer, orangnya sudah resign," kata Faisol,Sabtu (24/8/2019).
Faisol menerangkan, sebelum video itu tersebar, DF telah lebih dulu mengundurkan diri.
Ia pun tak mengetahui siapa pelaku penyebar video tersebut.
Namun, menurut Faisol, hal itu merupakan permasalah pribadi tanpa ada kaitan dari pihak Bank.
"Pegawai kontrak itu biasanya dikontrak 6 bulan. Tapi sebelum kontrak belum habis, dia sudah mengundurkan diri. Masalah attitude," kata Faisol.
"Ini murni urusan perorangan tidak ada kaitan dengan perusahaan. Karena dia juga bukan lagi pegawai kita," lanjut dia.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi mengatakan pihakhya akan menyelidiki kasus video mesum tersebut.
Supriadi menerangkan, tim dari Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel akan melihat tujuan pelaku menyebarkan video tersebut.
"Nanti dilihat, apakah video itu di Palembang atau bukan. Pemeran wanita juga bisa melaporkan ke polisi jika merasa dirugikan," kata Supriadi, Minggu (25/8/2019).
Supriadi menjelaskan, sejauh ini mereka belum mendapatkan laporan dari pihak mana pun atas penyebaran video tersebut.
Akan tetapi, ia menduga bahwa itu adalah video konsumsi pribadi yang disebar oleh orang tak bertanggung jawab.
"Jika nantinya didapati unsur kesengajaan dari penyebaran video ini maka dapat dikenakan UU ITE dan Pornografi," tegas Supriadi. (Antara/Kompas.com/Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/video-viral-mesum-intim-cabul-perkosaan.jpg)