Putih Abu Festival Harapkan Anak Muda Kreatif

Putih Abu Festival merupakan komunitas yang bekerjasama dengan Honda, dan didukung Yayasan Duta Pendidikan serta Disdikpora Bali

Putih Abu Festival Harapkan Anak Muda Kreatif
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Suasana launching Honda Genio sekaligus serangkaian dengan Putih Abu Festival 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Putih Abu Festival merupakan komunitas yang bekerjasama dengan Honda, dan didukung Yayasan Duta Pendidikan serta Disdikpora Bali.

Putih Abu Festival mengadakan kompetisi se-Bali untuk anak SMA/SMK, diselingi festival meriah di akhir rangkaian acara sebagai penutup. Adapun tujuan acara ini untuk mengingatkan seluruh lapisan generasi agar dapat kembali mengenang masa-masa ‘Putih Abu’. Kegiatan ini mengangkat tema “Jangan Lupakan Sejarah”. 

"Sejarah akan selalu menjadi sebuah kenangan dan ingatan dari mana semua cerita kita dimulai. Sehingga anak muda SMA/SMK dapat memaksimalkan energi positifnya yang dituangkan melalui minat dan bakat, hal ini diharapkan agar menjadi bekal semakin siap memasuki dunia karir," kata Ketua Panitia Acara, Putu Suardana, Minggu malam di Denpasar (2/9/2019).

Tak sekedar kompetisi semata, keuntungan juara yang didapat akan diberikan berupa pelatihan sesuai bidang pada beberapa cabang lomba yang berguna untuk persiapan dunia karir yang semakin matang. Terkait dengan karir, bila dilihat dari golongan umur, pengangguran tertinggi di Provinsi Bali terdapat pada golongan umur 15 – 29 tahun yaitu berkisar 60 persen (2008-2011). Dimana rentang usia ini sudah mencakup usia anak SMA/SMK.

Berdasarkanlayah Indonesia, pengangguran terendah pada 2018 adalah Provinsi Bali (1,37 persen). Jika dijabarkan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja  2018 di Bali adalah sebagai berikut; Jembrana (77,45%), Buleleng (76,87%), Tabanan (77,46%), Denpasar (73,75%), Badung (71,44%), Karangasem (82,5%), Klungkung (78,11%),Gianyar (79,1%), Bangli (85,85%). 

"Problem yang dilihat dari data diatas, meski Bali menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran terendah, namun Putih Abu Festival tetap ingin berkomitmen membantu mengembangkan jiwa kompetisi anak muda SMA/SMK se-Bali di bidang passion sebagai bekal masa depan. Target SMA-SMK dipilih karena pada tahun 2019 minim adanya wadah pengembangan minat bakat yang dikhususkan untuk anak SMA/SMK secara konsisten," katanya. 

Terdapat 7 cabang lomba, yakni City Innovation, Entrepreneur, Dance, Band, Theatrical, Shortmovie, serta Pers and Journalism Competition. Sebelum perlombaan dimulai, diadakan roadshow ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan event Putih Abu Festival, pendaftaran dilakukan melalui website putihabufestival.com.

Kemudian kompetisi dimulai, Sistem perlombaan dilakukan dengan sistem klasemen, juara umum akan mendapatkan hadiah senilai Rp50 juta rupiah guna bantuan sekolah. Peserta berkompetisi dengan dibantu hasil voting secara langsung dan melalui media Instagram serta youtube yang membantu mereka memperoleh poin klasemen.

Setelah 7 kompetisi berakhir, ditutup dengan closing ceremony berupa festival 1 hari mulai pukul 10.00 WITA hingga 22.00 WITA, konser musik dengan guest star lokal hingga nasional,  mural exhibition, OOTD competition, cloth fest, food bazzar, PUBG competition, launching Honda Genio, serta pengumuman juara umum. Malam puncak dibuka untuk umum dan gratis akses masuk. (ask)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved