Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

PGConf.ASIA 2019 Digelar di Bali Sebagai Upaya Menumbuhkan Ekosistem Open Source

PostgreSQL Conference (PGConf.ASIA 2019) konferensi tingkat dunia tentang seluruh aspek software database open source PostgreSQL

Tayang:
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Wagub Bali secara resmi membuka PGConf.ASIA 2019 di Grand Inna Bali Beach Sanur Hotel, Denpasar, Bali, Senin (9/9/2019). PGConf.ASIA 2019 Digelar di Bali Sebagai Upaya Menumbuhkan Ekosistem Open Source 

PGConf.ASIA 2019 Digelar di Bali Sebagai Upaya Menumbuhkan Ekosistem Open Source

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – PostgreSQL Conference (PGConf.ASIA 2019) konferensi tingkat dunia tentang seluruh aspek software database open source PostgreSQL, yang seyogyanya dibuka oleh Menkoinfo RI Rudiantara, namun karena agenda lain Menkominfo tidak dapat hadir.

Konferensi ini secara resmi dibuka Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Senin (9/9/2019).

Pembukaan ditandai dengan penekanan tombol yang ada di LED oleh Wagub Bali, Julyanto Sutandang selaku Steering Commitee PGConf.ASIA 2019 dan The Democratizion of Databases Bruce Momijan serta 3 keynote speech lainnya.

Konferensi internasional yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia tersebut mengusung tema “Saat bisnis bertemu peretas (when professionals meet hacker) berlangsung mulai tanggal 9-12 September 2019 di Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Bali.

Serangkaian topik menarik yang terbagi dalam 30 sesi akan dipaparkan seputar implementasi dan dampak PostgreSQL di dunia bisnis.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menyambut baik perhelatan PGConf.ASIA 2019 dan menyampaikan dukungannya. 

Menkoinfo Rudiantara dalam video speech-nya mengatakan pemerintah akan mendorong pengembangan aplikasi berbasis open source.

Ada perusahaan seperti Bank BRI yang secara masif menggunakan open source. 

Namun demikian, pengembangan open source harus senantiasa didorong dan dipromosikan bersama, baik itu oleh pemerintah, korporasi, NGO atau organisasi manapun yang ingin mengembangkan sistem database berdasarkan PostgreSQL.

Rudiantara menambahkan, open source membebaskan ketergantungan terhadap merek dan software berbayar (proprietary) sehingga menawarkan kemandirian dan biaya lebih murah.

Rudiantara atau yang biasa disebut Chief RA menyatakan pemerintah selalu memperhatikan pengembangan PostgreSQL.

“Pada tahun ’80-an, kita mengenal yang namanya SQL (Structured Query Language), saya juga menjadi bagian daripada itu di tahun ’80-an akhir. Saya pernah bekerja untuk Oracle yang mengembangkan SQL, kemudian berkembang-berkembang terus, (kemudian muncul) Ingres, pada akhirnya PostgreSQL yang kita kenal saat ini,” ungkap Chief RA.

Ia menambahkan, PostgreSQL yang menggunakan logo gajah tentunya memiliki karakteristik yang ramah, mudah berinteraksi dengan lainnya, dan memiliki ingatan jangka panjang.

Chief RA berharap komunitas PostgreSQL turut memiliki sifat-sifat gajah dan kian meningkatkan pengembangan aplikasi di Indonesia. 

"Sekali lagi saya ucapkan selamat berkonferensi di Bali kepada komunitas PostgreSQL. Semoga sukses,” tutur Rudiantara.

Cok Ace sangat mendukung kemajuan perkembangan software open source di sektor bisnis. 

“Didukung oleh komunitas yang aktif dan loyal, software open source mampu berinovasi dengan cepat sehingga meningkatkan fleksibilitas dalam menjalankan roda usaha,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wagub berharap, PGConf.ASIA 2019 dapat berkontribusi terhadap peningkatan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi di Bali khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya untuk mencapai potensi ekonomi digital seperti yang ditargetkan pemerintah.

PGConf.Asia merupakan ajang tahunan konferensi internasional komunitas PosgtreSQL yang biasa diselenggarakan di Jepang setiap tahunnya, namun tahun 2019 ini, untuk pertama kali penyelenggaraannya di Indonesia.

Konferensi tersebut mempertemukan para pengguna, pengembang dan para ahli PostgreSQL, memaparkan rangkaian fitur baru PostgreSQL, studi kasus, kisah sukses dan praktik terbaik saat menggunakan PostgreSQL sebagai sistem manajemen database open source.

Sebanyak 30 pembicara dari Jepang, Jerman, Korea, USA, Perancis, Pakistan, India, Rusia, dan tentunya dari Indonesia, hadir untuk saling berbagi pengalaman kepada para peserta konferensi.

PostgreSQL merupakan raja database open source yang dapat digunakan sebagai alternatif utama dalam dunia bisnis.

Telah banyak perusahaan kelas menengah hingga atas yang menggunakan Open Source Database Management System (OSDBMS) PostgreSQL sebagai bagian dari sistem misi kritikal.

Perusahaan perbankan, telekomunikasi, ritel modern dan instansi pemerintah telah menggunakan sistem database PosgtreSQL.

PostgreSQL adalah DBMS dengan fitur paling lengkap di dunia, dan dinobatkan sebagai DBMS of the Year 2018 oleh DB-Engine selama dua tahun berturut-turut. 

Di sisi popularitas, DB-Engines melaporkan database open source mengalami peningkatan popularitas setiap tahunnya sejak 2013, dan telah menggerus pangsa pasar databasekomersial.

Meskipun database komersial masih memimpin pasar, tapi database open source menunjukkan tren penguatan untuk menjadi mayoritas dalam tampo 12 hingga 18 bulan mendatang.

Peningkatan Daya Saing SDM

Salah satu tantangan Indonesia menyambut Revolusi Industri 4.0 adalah kesiapan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi, yang dirasa belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas untuk mencapai potensi ekonomi digital sebesar US$150 miliar pada 2025. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) nasional 2017 masih rendah yakni di level 4,99 dari skala 1-10.

Sedangkan di tingkat global, Indonesia berada di urutan ke-45 dari 140 negara atau ke-4 di wilayah Asia Tenggara di dalam daftar The Global Competitiveness Report 2018 keluaran World Economic Forum.

Di sisi wirausaha, Indonesia disebutkan baru memiliki pengusaha sebanyak 1,65 persen dari populasi jumlah penduduk dan diperkirakan hanya sekitar 0,43 persen di antaranya berbasis teknologi atau technopreneur.

Menurut ICT Development Index 2017, Indonesia berada di peringkat 111 dari 176 negara.

Sementara menurut perusahaan riset A T Kearney, sektor pendidikan di Indonesia hanya mampu menghasilkan 278 insinyur TI dari setiap 1 juta penduduk.

Angka lulusan tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencetak 1.834 insinyur TI dan India yang mencetak 1.159 insinyur TI dari setiap 1 juta penduduk.

Riset tersebut menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan 5 kali lebih banyak insinyur TI dalam 10 – 15 tahun ke depan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.

Julyanto mengatakan Indonesia memerlukan pendidikan dan pelatihan yang tepat untuk mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing di Revolusi Industri 4.0.

Pemaparan beragam materi di dalam konferensi PGConf.ASIA 2019 akan memberikan peningkatan wawasan dan keahlian profesional bagi para peserta.

“Konferensi ini digelar sebagai bagian dari bentuk tanggung jawab kami dalam membangun solusi dan ekosistem berkelas enterprise di pasar tanah air berbasiskan software open source,” imbuh Julyanto.

Selain itu, seperti kebanyakan teknologi yang baru hadir, PostgreSQL tidak serta merta diadopsi secara luas dan membutuhkan waktu agar bisa diterima di tengah masyarakat bisnis negara berkembang.

“Perlu dibangun sebuah ekosistem bisnis yang lebih baik bagi PostgreSQL agar bisa digunakan pada pasar lebih luas dan besar,” tambahnya.

Menurut Julyanto Sutandang, ketidaksiapan komponen bisnis membuat laju pengadopsian PostgreSQL tidak secepat harapan.

Seiring bertumbuhnya software open source di sektor bisnis, maka meningkat pula kebutuhan akan para ahli PostgreSQL.

Perhelatan PGConf.ASIA 2019 di Indonesia, selain untuk melakukan interaksi antara hacker dan bisnis enterprise, diharapkan ekosistem PostgreSQL dan open source dapat bertumbuh di Indonesia.

Dan yang tidak kalah penting adalah PGConf.ASIA 2019 dapat menguntungkan bisnis enterprise sebagai pasar dan akademisi yang menghasilkan sumber daya TI terbaik di tanah air.

PostgreSQL adalah sistem database open source yang sudah dikembangkan secara aktif selama lebih dari 21 tahun dengan arsitektur yang telah terbukti dan memiliki reputasi kuat untuk keandalan dan integritas data.

PostgreSQL berjalan pada seluruh sistem operasi besar termasuk Linux, UNIX (AIX, BSD, HP-UX, SGI IRIX, macOS, Solaris, Tru64), dan Windows.

PostgreSQL bersifat open source sehingga bebas digunakan, dimodifikasi dan didistribusikan oleh siapapun serta dalam bentuk apapun, baik tertutup maupun terbuka.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved