Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Celuluk ‘Sliwar-sliwer’ di Jalanan Ubud Gianyar, Cara Aboetd Hibur Masyarakat

Sejak akhir Agustus 2019 ini, masyarakat di Kecamatan Ubud dikagetkan, oleh ulah celuluk mengendarai sepeda motor.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
I Kadek Rudiantara alias Aboetd dalam penampilannya berwujud celuluk, Selasa (10/9/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sejak akhir Agustus 2019 ini, masyarakat di Kecamatan Ubud dikagetkan, oleh ulah celuluk mengendarai sepeda motor.

Penampilan sepeda motornya juga tidak kalah mengerikan, berisikan ornamen topeng pada bodi kendaraan tersebut.

Siang hingga malam, celuluk ini selalu terlihat melintas di jalan. Bahkan terlihat di arena bermain anak-anak. Dia bermain seperti anak-anak.

Menunggangi kuda-kudaan hingga mobil-mobilan.

Menariknya, celuluk ini tak hanya berkendara di jalan yang lengang, terkadang ia nekat masuk ke kantor polisi dan mendekati aparat kepolisian yang sedang mengatur lalu lintas.

Tak ayal, si celuluk pun kena tilang.

Namun penyebab dia ditilang bukan karena penampilan kendaraan dan penampilan dirinya, melainkan karena ia sempat terpantau polisi melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Siapakah sosok di balik celuluk tersebut? Ia tak lain adalah, I Kadek Rudiantara (40) atau terkenal dengan nama Aboetd, seorang seniman lukis asal Banjar Batanancak, Desa Mas, Ubud.

Ia merupakan seniman ‘gila’, yang menyadari dirinya ‘gila’.

Sebelum ‘sliwar-sliwer’ di tempat umum memakai kostum celuluk, ia juga sempat menghebohkan masyarakat dengan aksi-aksi nyelenehnya.

Seperti, pameran lukisan di kuburdan Desa Adat Mas, pada tengah malam, dengan tujuan roh dan hantu dapat menikmati karya lukisan tanda tangannya, yang menyabet rekor MURI.

Kepada Tribun Bali, Selasa (10/9/2019), Aboetd mengatakan, penampilannya ini dinamai Luluk Rider, sebuah nama pemberian dari pemilik Museum Arma, Anak Agung Rai.

Dalam wujud Luluk Rider ini, Aboetd ingin memperkenalkan sosok celuluk, yang karakternya bebas dan lepas dari pakem.

“Celuluk selama ini hanya ada dalam pertunjukkan Calonarang. Karena itu saya ingin membawa celuluk lepas dari pakem, bebas kemanapun saya suka,” ujarnya.

Pria yang merupakan salah satu konglomerat di Desa Mas ini mengatakan, ide ini muncul ketika ia membeli rujak di bajarnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved