Perhatikan, Ini 11 Gejala Dan Penyebab Ibu Hamil Mengalami Keguguran
Beberapa ahli memang menyatakan bahwa latihan atau gerakan yang terlalu kuat bisa membahayakan nyawa sang janin.
TRIBUN-BALI.COM – Keguguran, kejadian ini kerap ditakuti wanita yang tengah hamil muda.
Banyak wanita yang tengah hamil muda akhirnya sangat menjaga diri dan mengurangi akivitasnya demi memperkuat kandungannya.
Termasuk berolah raga atau bergerak secara ekstrem.
Beberapa ahli memang menyatakan bahwa latihan atau gerakan yang terlalu kuat bisa membahayakan nyawa sang janin.
Namun perlu diketahui, seseorang yang mengalami keguguran akan mengalami beberapa gejala seperti pendarahan, rasa nyeri.
Atau kram perut, sakit punggung, bahkan tubuh merasa kesakitan luar biasa.
Menurut perkiraan oleh American Pregnancy Association (APA) keguguran terjadi pada 10 hingga 25 persen dari semua kehamilan.
Jumlah keguguran kemungkinan lebih besar karena banyak dari mereka terjadi cukup awal selama kehamilan dan pada saat itu banyak wanita tidak mengetahui bahwa mereka hamil.
Meski keguguran cukup umum terjadi, namun ini adalah pengalaman yang sulit.
Seperti dilansir dari flo.health, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan keguguran pada wanita.
Usia
Wanita berusia 35 tahun atau lebih mungkin memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang lebih muda.
Risiko keguguran adalah sekitar 20 persen ketika Anda berusia 35 tahun, risiko meningkat menjadi 40 persen pada usia 40, dan hingga 80 persen ketika Anda berusia 45 tahun.
Berat badan berlebih
Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko keguguran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-hamil2_20151008_140737.jpg)