Ngopi Santai

VIDEO Apakah Menulis Bisa Meredakan Stres?

Metode menulis jadi pilihan terapi karena pertama tidak semua orang gampang curhat

VIDEO Apakah Menulis Bisa Meredakan Stres?
kompas.com
Ilustrasi menulis - VIDEO Apakah Menulis Bisa Meredakan Stres? 

VIDEO Apakah Menulis Bisa Meredakan Stres?

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Menulis sebagai terapi atau menulis ekspresif dipelopori oleh Prof James W Pennebaker.

Kenapa menulis sebagai terapi atau curhat dengan menulis?

Dalam Ngopi Santai, Pemimpin Redaksi Tribun Bali, Sunarko menjelaskan, metode menulis jadi pilihan terapi karena pertama tidak semua orang gampang curhat, ada orang yang introvert.

Kedua, meluapkan unek-unek dalam diri pada orang lain cenderung tidak mudah untuk blak-blakan.

Masih ada pertanyaan, apakah orang lain bisa dipercaya untuk menyimpan rahasia tersebut?

Pengalaman sangat traumatik, luka batin mendalam condong dirahasiakan atau disimpan dalam-dalam.

Tidak mudah menemukan orang yang bisa dipercaya untuk dicurhati setiap saat.

Ketiga, manusia lebih suka bicara daripada mendengarkan.

Dalam menulis sebagai terapi, yang diutamakan adalah prosesnya (meluapkan beban), bukan hasil tulisan.

Panduan menulis sebagai terapi menurut Sunarko antara lain:

1. Ungkapkan, luapkan saja unek-unek, semua beban, rasa marah, benci yang sering kali menyebabkan stres.

2. Bisa jadi dalam prosesnya bisa menangis sehingga harus diluapkan semuanya.

3. Lakukan sekitar 15 menit-30 menit setiap hari dalam 4 hari

4. Lakukan di tempat atrua kamar pribadi, sepi/hening.

Sekali lagi yang ditekankan adalah proses, bukan hasil tulisan.

Selamat Mencoba.

(*)

Penulis: Ida A M Sadnyari
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved