BMKG Catat 3.600 Lebih Gempa Terjadi di Bali Dari Januari Hingga Agustus 2019

Dimana angka tersebut bisa jadi lebih tinggi karena ada gempa yang tidak dirasakan dan tidak terekam di seismograf.

BMKG Catat 3.600 Lebih Gempa Terjadi di Bali Dari Januari Hingga Agustus 2019
Tribun Bali / Zaenal Nur Arifin
Petugas BMKG yang tengah bertugas di ruang pusat gempa bumi regional III Denpasar, Kamis (12/9/2019) siang. 

TRIBUN-BALI.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mencatat ada 3.600 lebih gempa terjadi di Bali selama bulan Januari hingga Agustus 2019.

Dimana angka tersebut bisa jadi lebih tinggi karena ada gempa yang tidak dirasakan dan tidak terekam di seismograf.

Pertemuan dua lempeng yakni lempeng australia dan lempeng euroasia menjadi pemicu tingginya potensi gempa yang terjadi di Bali.

“Kerawanan gempa akibat pertemuan dua lempeng besar ini  terjadi di selatan Bali diantaranya kawasan Kuta dan Badung. Kekuatan gempa bisa mencapai magnitudo 8 skala ritcher, dan bukan berarti akan terjadi gempa dengan kekuatan tersebut,” jelas Kepala BMKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan, saat ditemui tribunbali.com, Kamis (12/9/2019).

Taufik menambahkan jika terjadi gempa besar maka sangat berpotensi terjadinya Tsunami, khususnya di selatan Bali karena gempa terjadi di lautan.

Menurutnya selain di selatan, kawasan utara bali juga memiliki potensi gempa. Hal ini karena dari utara Flores hingga utara Bali terdapat sesar naik.

Dan gempa yang terjadi di Lombok tahun lalu diakibatkan oleh sesar naik di utara Flores.

“Utara (wilayah Bali Utara) kalau terjadi tsunmani kita tak ada waktu lagi karena terlalu dekat. Kalau selatan masih jauh tapi utara sangat dekat. Sehingga masyarakat harus punya kemampuan evakuasi mandiri. Tidak menunggu informasi dari kita. Kalau terjadi gempa dan air laut surut langsung evakuasi mandiri,” ungkapnya.

Masyarakat juga kita imbau menyiapkan tas keadaan darurat dan ada isinya peralatan yang harus dibawa dan harus diperbaharui sesuai kedaluarsanya.

“Tinggal bawa dan tak mikir apa-apa lagi. Surat pentng juga disimpan di sana,” tambah Taufik.

Saat disinggung jumlah gempa periode sama Januari hingga Agustus disbanding tahun 2018? Taufik menyampaikan jika dibanding tahun lalu hampir sama.

Menurutnya justru tahun lalu lebih tinggi karena ada gempa Lombok. Dan ketika ada gempa besar maka gempa-gempa kecil atau gempa susulan dari gempa besar akan meningkat serta banyak.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved