"Kami Sampai Tak Bisa Bayar Utang dan Iuran Adat", Karyawan Perusda Jembrana Tuntut Pembayaran Gaji

Belasan karyawan Perusda Bali di Unit Perkebunan Pulukan mengaku kecewa lantaran mediasi tidak terlaksana

Tribun Bali/I Made Ardhiangga
KECEWA - Para karyawan tampak kecewa karena Perusda Jembrana tidak hadiri mediasi, Kamis (12/9/2019). "Kami Sampai Tak Bisa Bayar Utang dan Iuran Adat", Karyawan Perusda Jembrana Tuntut Pembayaran Gaji 

"Kami Sampai Tak Bisa Bayar Utang dan Iuran Adat", Karyawan Perusda Jembrana Tuntut Pembayaran Gaji

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Dinas Penamanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSTK) Jembrana, memediasi karyawan dan Perusda Jembrana, Kamis (12/9/2019).

Namun mediasi kali ini menemui jalan buntu. 

Alih-alih mediasi berbuah hasil, direksi dari Perusda Jembrana dan PT CIPL justru tak kunjung datang.

Mediasi membahas ihwal tunggakan pembayaran oleh Direksi Perusda Bali dan PT Citra Indah Praya Lestari (CIPL).

Hal ini membuat belasan karyawan Perusda Bali di Unit Perkebunan Pulukan mengaku kecewa lantaran mediasi tidak terlaksana.

Mereka selama tiga jam menunggu guna menuntut pembayaran gaji hingga dua bulan lebih, dan persoalan baru terkait hak karyawan perusahaan produksi getah karet tersebut.

Dalam mediasi itu selain karyawan, dihadiri pula oleh Kabid Hubungan Industrial, I Nyoman Gede Suda Asmara dan sejumlah Pengawas Ketenagakerjaan.

Dan dihadiri Kepala Unit Perkebunan Pulukan, I Ketut Nasa Adiputra yang mewakili PT Perusda Bali.

Seorang karyawan, I Nyoman Sugama (60) mengungkapkan, persoalan keterlambatan pembayaran gaji dari PT CIPL selaku perusahaan yang mempekerjakan, tidak kali ini saja terjadi.

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved