Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Lebih Pintar dari Generasi Sebelumnya, Berikut Tantangan Membesarkan Anak Generasi Alpha

Mereka dianggap sebagai generasi yang lebih pintar dari generasi sebelumnya karena sangat dekat dengan kecanggihan teknologi.

Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Generasi alpha, anak-anak yang lahir mulai tahun 2010, disebut akan menjadi tulang punggung masa depan.

Mereka dianggap sebagai generasi yang lebih pintar dari generasi sebelumnya karena sangat dekat dengan kecanggihan teknologi.

Membesarkan generasi alpha tentu tidak mudah, namun mereka perlu dukungan agar lebih unggul, berwawasan luas, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bersama.

Psikolog anak dan keluarga Rosdiana Setyaningrum mengatakan, anak-anak generasi alpha akan menghadapi banyak tantangan dan kesempatan di masa depan.

Untuk itu, mereka perlu memiliki kemampuan belajar progresif, yakni kemampuan belajar yang terus berkembang, dimulai dengan membentuk sikap belajar yang baik.

Hal itu dapat diasah dengan melibatkan anak dan lingkungan.

Live Streaming Manchester City vs Watford Laga Peka Ke-6 Liga Inggris, Pep Cari Solusi

Sagitarius Tak Suka Marah-Marah, Berikut 5 Zodiak yang Paling Dewasa

“Orangtua perlu mendampingi anak mengasah kemampuan belajar progresif agar mereka bisa meraih capaian-capaian penting dalam tumbuh kembang sesuai tahapan usia,” ujar Rosdiana.

“Kemampuan belajar progresif dibutuhkan untuk membentuk empat karakter anak hebat agar anak bisa meraih kesuksesan di masa depan.”

Adapun karakter-karakter anak hebat yang dimaksud, pertama, eksplorasi di mana mau menjelajahi berbagai minat.

Kedua, berpikir kritis, mampu berpikir dengan kritis dan banyak bertanya.

Ketiga, jiwa kepemimpinan di mana menjadi pelopor, memberi inspirasi dari diri sendiri lalu kelompoknya.

Terakhir adalah empati yakni memahami kebutuhan orang lain agar menciptakan solusi bagi lingkungannya.

Gizi

Kapolda Sebut Aipda Wayan Merta dan Bripka Nuzul di TKP Perkelahian Oknum Polisi dan Korban

Wayan Sutarsa Sempat Akan Pukul Yovita, Kemudian Kejang-kejang hingga Mulut Keluar Darah Lalu Tewas

Selain stimulasi, bentuk dukungan yang bisa diberikan oleh orangtua adalah dengan menyediakan asupan gizi dimulai sejak awal tahapan kehidupan.

Menurut pakar neurologi anak dr Attila Dewanti Sp.A(K), peran gizi sangatlah penting untuk mendukung kemampuan belajar progresif anak-anak generasi alpha.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved