Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Anjing Liar yang Serang Ternak Warga Bakal Dieliminasi, Dinas Masih Lakukan Pendataan

PPL Distanak Gianyar memastikan akan mengeleminasi anjing-anjing liar yang menewaskan sapi milik warga

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
dok ist/kolase Tribun Bali
(Ilustrasi. Foto tidak terkait berita)Warga di Dusun Pundukahe Kaje, Desa Bungamekar, Nusa Penida, Klungkung, pada Rabu (18/9/2019) menemukan anak sapi peliharaannya mati penuh luka. Anjing Liar yang Serang Ternak Warga Bakal Dieliminasi, Dinas Masih Lakukan Pendataan 

Anjing Liar yang Serang Ternak Warga Bakal Dieliminasi, Dinas Masih Lakukan Pendataan

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Gianyar, mendatangi Banjar Patas, Desa Taro, Gianyar, Bali, Minggu (22/9/2019).

Kedatangan petugas untuk menindaklanjuti permasalahan peternak, yang sapinya tewas secara mengenaskan.

Penyebab sapi-sapi di sana tewas udah dipastikan ulah anjing liar.

Karena itu, petugas bersama warga akan melakukan eliminasi terhadap anjing liar.

Petugas PPL Distanak Gianyar, I Nyoman Arta mengatakan, pihaknya telah melakukan pengamatan terhadap sapi-sapi warga yang tewas di areal Desa Taro dan Desa Sebatu, Tegalalang.

Dipastikan, penyebabnya merupakan anjing yang hidup secara liar di areal tegalan.

Jumlah anjing yang baru terdata sebanyak lima ekor.

Anjing-anjing tersebut dipastikan akan dieliminasi, mengingat tidak ada warga yang berani mengadopsi anjing-anjing liar ini.

Sebab, selain anjingnya sudah dewasa mereka juga memiliki sifat agresif, yang sangat membayakan.

Tak hanya itu, gerombolan anjig iar ini juga dipastikan tidak memiliki riwayat vaksinasi rabies.

“Kami akan terus menyelidiki jumlah anjing liar (pemangsa sapi), untuk saat ini baru terdata lima ekor,” ujarnya.

Berdasarkan informasi masyarakat, keberadaan anjing liar yang meresahkan para warga ini, tidak terlepas dari pencinta anjing angin-anginan.

Dimana anjing tersebut dipelihara hanya ketika masih kecil, ketika sudah besar dilepaskan begitu saja.

Kondisi ini diperparah adanya masyarakat, yang membuang anakan anjing betina.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved