Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tak Perlu Teriak Apalagi Marah-marah, Ikuti 5 Tips Ini Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Banyak orangtua yang gemas dengan perilaku tidak kooperatif anak-anak mereka yang sudah mulai besar

Tayang:
Editor: Irma Budiarti
IST
Ilutrasi anak tidak mendengarkan ibunya - Tak Perlu Teriak Apalagi Marah-marah, Ikuti 5 Tips Ini Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua 

Tak Perlu Teriak Apalagi Marah-marah, Ikuti 5 Tips Ini Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

TRIBUN-BALI.COM - Tak Perlu Teriak Apalagi Marah-marah, Ikuti 5 Tips Ini Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Perintah sederhana seperti mengecilkan suara televisi atau menaruh kaus kaki di keranjang sering berubah jadi ocehan orangtua dengan nada tinggi yang diulang gara-gara anak tidak menuruti yang diminta.

Banyak orangtua yang gemas dengan perilaku tidak kooperatif anak-anak mereka yang sudah mulai besar.

Walau sudah diajak bicara dengan nada lembut, mereka seolah mengabaikan, bahkan menentang untuk melakukan.

Akhirnya orangtua pun terpancing emosi dan marah.

Perilaku anak-anak berusia sekitar 7-9 tahun ini sebenarnya didasari oleh apa yang terjadi di dalam dirinya, yakni mereka mulai merasa punya kendali atas hidupnya sendiri.

Mereka juga lebih fokus pada dunia luar dan tertarik pada apa yang ada di sana, seperti sekolah, teman, atau aktivitas olahraga.

“Sikap mereka yang sering tidak mendengarkan orangtuanya juga salah satu cara untuk menguji batasan kemerdekaan dirinya,” kata psikolog Mary Rouerke PhD.

Perilaku mengabaikan perintah orangtua itu juga menjadi cara anak untuk menghadapi tekanan baru dan tanggung jawab.

“Anak-anak di usia ini menghabiskan banyak waktunya di sekolah dan mengikuti perintah. Sekolah memberi tuntutan yang besar, sehingga mereka cuma punya sedikit kesempatan untuk bebas, tidak stres, dan melatih pilihan mereka sendiri,” kata psikolog anak Carla Fick.

Meski begitu, sebagai orangtua kita bisa “mengembalikan telinga anak” tanpa harus meninggikan suara dengan mengikuti tips berikut.

1. Ubah sudut pandang

Berteriak untuk mendapatkan perhatian anak sebenarnya kurang efektif.

Lebih baik, coba mundur dan kenali bahwa anak bersikap seperti itu bukan berarti ingin meremehkan orangtua, tapi itu perilaku wajar anak seusianya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved