Pamit Cari Kerja di Bali, Jasad Zainudin Malah Ditemukan Mengambang di Perairan Pengambengan

Jenazah Zainudin ditemukan seorang nelayan setempat yang melaut untuk mencari ikan.

Pamit Cari Kerja di Bali, Jasad Zainudin Malah Ditemukan Mengambang di Perairan Pengambengan
Net
Ilustrasi tenggelam. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Moh Zainudin (28) asal Umbulsari Jember Jawa Timur ditemukan mengambang tak bernyawa di perairan Pengambengan, Jembrana, Bali, Selasa (1/10/2019).

Jenazah Zainudin ditemukan seorang nelayan setempat yang melaut untuk mencari ikan.

Meninggalnya korban diketahui sudah satu pekan lalu.

Koordinator Pos Pelayanan dan Pertolongan Kabupaten Jembrana, Komang Sudiarsa menuturkan, pihaknya melakukan evakuasi terhadap korban dengan rubber boat bersama tim lainnya.

Mayat Yang Ditemukan di Perairan Pengambengan Diperkirakan Sudah Sepekan Di Lautan

Korban dievakuasi menuju rumah sakit dan pihak keluarga sudah dihubungi.

Dan untuk jenazah sendiri memang berbeda dengan menghilangnya nelayan Pebuahan yang juga dinyatakan hilang.

Tapi untuk memastikan maka keluarga korban yang di perairan Pebuahan juga dihubungi untuk mengecek ke kamar jenazah.

"Untuk yang di perairan pebuahan kami juga hubungi keluarganya," ucapnya, Selasa (1/10/2019).

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita menyatakan, korban ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita di perairan Pengambengan.

Saat itu ada seorang saksi yang sedang memancing mencari ikan.

Saksi pun menghubungi anggota jaga Airud, selanjutnya dilaporkan ke BASARNAS Jembrana kemudian petugas terkait melakukan evakuasi ke tengah lautan.

"Dari situ akhirnya diketahui kalau korban merupakan warga luar Bali," jelasnya.

Dari informasi pihak keluarga, sambungnya, bahwa korban pada Jumat (27/9/2019) lalu, sekitar pukul 03.00 Wita, pamitan ke keluarganya dengan tujuan untuk mencari kerja di Bali.

Sedangkan untuk meninggalnya korban masih belum diketahui, karena menunggu petunjuk medis.

"Untuk saat ini korban dititip sementara di ruang jenasah kami sudah hubungi keluarganya. Baik yang di Jawa atau yang di Bali," bebernya. (ang).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved