Puncak Monumen Bajra Sandhi Rusak Akibat Gempa Agustus 2018 Lalu
Puncak Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, rusak akibat gempa Agustus 2018 lalu
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Puncak Monumen Bajra Sandhi Rusak Akibat Gempa Agustus 2018 Lalu
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Puncak Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, nampak rusak.
Hal itu diketahui setelah tersebar di sebuah akun media sosial yang diunggah, Senin (7/10/2019) pagi.
Terlihat dalam unggahan tersebut puncak Monumen Perjuangan Rakyat Bali rusak dengan menyisakan beberapa bongkahan.
Bongkahan ini dirasa cukup membahayakan apabila jatuh dan menimpa orang di bawahnya.
Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Putu Suka Redaya saat dikonfirmasi mengatakan kerusakan itu sudah terjadi sejak lama.
Kerusakan itu, kata dia, sudah terjadi sejak gempa tahun lalu, tepatnya pada 5 Agustus 2018.
Tak hanya pada bagian puncak, kerusakan juga terjadi pada bagian lain seperti tiang, lantai dan beberapa candi pada bagian samping.
Hanya saja, kerusakan itu telah diperbaiki dengan anggaran tahun sebelumnya.
Sedangkan saat ini, pihaknya mengaku sedang memperbaiki kerusakan yang ada pada bagian puncak atas candi.
"Ini baru mulai perbaikannya, anggarannya kan baru disetujui," jelas Suka Redaya saat ditemui Tribun Bali di ruang kerjanya.
Pengerjaan perbaikan ini, kata dia, dilaksanakan dengan menggunakan steger dari bambu.
Dipilihnya steger bambu karena steger besi yang digunakan sebelumnya telah gagal dan akhirnya diturunkan lagi.
Kegagalan menggunakan steger besi itu dikarenakan struktur bangunan yang miring.
Oleh karena itu digunakanlah steger bambu yang mulai dipasang saat ini, karena dianggap lebih elastis.
Pemasangan steger ini diperkirakan akan memakan waktu dua hingga tiga minggu.
Guna melakukan perbaikan ini, Suka Redaya mengatakan pihaknya mendapatkan anggaran sekitar Rp 190 juta.
Perawatan
Monumen Perjuangan Rakyat Bali sebagai salah satu destinasi wisata di Pulau Bali tentu harus dilakukan perawatan.
Untuk kegiatan perawatan di kawasan monumen ini, Suka Redaya mengatakan hal tersebut dilakukan sesuai dengan anggaran yang tersedia.
"Karena ini kan luasnya 13,8 hektare. Jadi yang mana yang urgen, yang itu dilakukan (perawatan)," jelasnya.
"Yang jelas untuk tahun ini yang diprioritaskan yang di atas (puncak), kemudian ada juga jogging track. Seberapa cukup anggarannya segitu kami perbaiki," paparnya.
Ia pun mengaku bersyukur bahwa tahun ini pihaknya bisa mendapatkan anggaran untuk perbaikan dan berharap bisa selesai pada November mendatang.
Suka Redaya mengatakan, meski Bajra Sandhi mendapatkan kunjungan wisatawan serta juga kegiatan lain seperti prewedding dan sebagainya, namun hasil itu tidak bisa langsung dikelola.
Hasil dari pengelolaan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi ini harus disetorkan dulu kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang nantinya akan masuk pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kerusakan-bagian-puncak-monumen-perjuangan-rakyat-bali-bajra-sandi.jpg)