Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Warga Perbaiki Jembatan Menuju Pura Tunggul Besi Secara Swadaya

Warga sekitar Temukus, Desa Besakih Karangasem Bali terpaksa memperbaiki jembatan darurat menuju Pura Tunggul Besi secara swadaya

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
Dokumen warga Temukus
Krama Temukus gotong royong memperbaiki jembatan sementara menuju Pura Tunggul Besi di Dusun Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Minggu (7/10/2019). Warga Perbaiki Jembatan Menuju Pura Tunggul Besi Secara Swadaya 

Warga Perbaiki Jembatan Menuju Pura Tunggul Besi Secara Swadaya

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Warga sekitar Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, terpaksa memperbaiki jembatan darurat menuju Pura Tunggul Besi secara swadaya.

Mengingat usulannya untuk membangun jembatan permanen belum dpat kepastian dri Pemerintah Daerah (Pemda) Krangasem.

Kepala Dusun Temukus, Wayan Sudiana menjelaskan, perbaikan jembatan darurat dilakukan secara gotong royong, yang semula mengunakan bambu diganti dengan kayu untuk memperkuat pondasi dan badan jembatan.

Harapannya jembatan darurat bisa dilintasi pejalan kaki dan kendaraan roda 2.

"Perbaikan jembatan darurat dilakukan minggu kemarin, gotong royong. Bandesa adat yang mengerahkan krama. Jembatan darurat yang sebelumnya memakai bambu diganti kayu agar lebih kuat. Sekarang sepeda motor bisa melintas," ungkap Sudiana, Senin (7/10/2019).

Terkait biaya perbaikan jembatan darurat didapat dari bantuan objek wisata sekitar Temukus.

Kayu diperoleh dari pelaba pura adat Temukus.

Warga Temukus berharap jembatan yang putus tahun 2017 bisa segera diperbaiki.

Mengingat jembatan ini akses utama pemedek menuju ke Pura Tunggul Besi.

Jembatan yang menghubungkan warga ke Pura Tunggul Besi putus akhir taahun 2017 karena diterjang lahar hujan seusai erupsi Gunung Agung.

Panjang jembatan darurat sekitar 10 meter, serta lebar sekitar 2 meter.

Aktivitas masyarakat, terutama untuk sembahyang agak terhambat lantaran jembatan putus.

Sebelumnya, kata Sudiana, warga juga sempat bangun jembatan darurat terbuat dari bambu.

Mereka membangun secara urunan.

Saat itu jembatan hanya bisa dilalui pejalan kaki.

"Warga sangat berharap jembatan bisa diperbaiki. Mengingat Pura Tunggul Besi sangat disakralkan warga Temukus," tambahnya.

Ditambahkan, prajuru dan warga Temukus beberapa kali mengusulkan perbaikan jembatan, tapi belum ada kepastian.

Pertama, Panitia Pura Tunggul Besi sudah mengusulkan perbaikan ke Dinas PUPR Karangasem.

Kedua, usulan langsung dilayangkan ke Bupati Karangasem, saayangnya warga diminta menunggu.

Kabid Bina Marga, PUPR Karangasem, Ketut Prama Budarta, mengatakan perbaikan jembatan yang putus di Dusun Temukus memakai dana dari PHR (Pajak Hotel dan Restoran) Kabupaten Badung.

Nominalnya sekitar Rp 1,4 miliar.

Kemungkinan akhir tahun 2019 anggaran PHR Badung baru bisa dicairkan.

"PHR Badung sudah dapat sekitar Rp 4,6 milliar dari usulan awal Rp 9,6 milliar. Bantuan ini untuk pemeliharaan rutin jalan di delapan kecamatan serta satu jembatan ke Pura Tunggul Besi. Sekarang masih menunggu DPPA (perubahan yaang sah), setelah itu kita lihat waktu yang tersisa," ungkap Prama Budarta.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved