Smart Woman
Eby Kantongi Puluhan Prestasi Sejak Kecil, Dari Lukis Hingga Make Up Artist
Luh Kade Pebria Satya, perempuan 26 tahun yang kerap disapa Eby memiliki segudang prestasi.
Penulis: Karsiani Putri | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Luh Kade Pebria Satya, perempuan 26 tahun yang kerap disapa Eby memiliki segudang prestasi.
Sejak tahun 1999, perempuan muda asal Tabanan ini telah menggeluti dunia lukis.
Ia sudah menuai prestasi dalam melukis sejak masih duduk di bangku TK.
“Dulu pas kelas 4 SD saya pernah juara satu lomba melukis dan hasilnya itu akan dikirim ke Jepang. Tapi waktu itu diwajibkan untuk bisa menari Bali dan pas kelas 4 SD itu saya belum bisa nari. Jadinya waktu itu hanya gambarnya saja yang dikirim dan juara dua yang berangkat ke Jepang berhubung dia bisa nari. Nah semenjak itu saja jengah karena gak bisa nari Bali dan dari sanalah saya ikut sanggar tari,” sebut Eby.
Tidak hanya berprestasi di bidang melukis, di bidang tari pun Eby berhasil meraih prestasi.
Dalam bidang seni lukis, ia telah meraih kurang lebih 50 prestasi dan untuk di bidang tari, sekitar 25 kejuaraan.
Setelah berhasil menjadi penari yang profesional dan memiliki jam tampil yang tinggi, ia pun mencoba untuk membuka sanggar tari sendiri.
Sanggar Damar Alit, yang berlokasi di Banjar Gerogak Gede, Tabanan dia dirikan sejak tahun 2014 lalu.
Ia telah melatih puluhan siswa sekolah dasar di sanggarnya tersebut.
“Harapannya dengan adanya sanggar ini adalah agar bisa melestarikan budaya Bali karena anak-anak sekarang kan lebih suka main gadget di rumah, biar mereka juga ada kegiatan setiap dua sekali seminggu,” ungkapnya ketika ditemui Sabtu (12/10/2019).
Tidak berhenti di kedua bidang tadi, sejak tahun 2010 mulai mengasah kemampuannya di bidang tata rias.
Alasan utamanya membanting setir ke tata rias adalah karena ia melihat bahwa peluang tata rias lebih tinggi dalam meraup rezeki.
Ia juga merasa bahwa ia telah memiliki kemampuan dasar melukis, namun hanya saja kini medianya yang berubah, awalnya kertas kini berubah menjadi wajah.
“Pencapaian tertinggi selama make up adalah saya sempat handle artis-artis Bali seperti Alien Child dan Nadya Nevita. Dan yang paling jauh juga pernah make up prewed ke Bangkok dan Singapore,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa omzet tertingginya setiap bulan adalah di atas Rp 7 juta dan terkadang ketika mengambil job untuk wedding ia bisa meraih omzet Rp 10 jutaan lebih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/luh-kade-pebria-satya-1.jpg)