PARADE FOTO Tradisi Perang Api di Desa Adat Tuban
Desa Adat Tuban menggelar tradisi Perang Api atau Siat Geni, Minggu (13/10/2019). Lihat foto-fotonya di sini
Penulis: Rizal Fanany | Editor: Irma Budiarti
PARADE FOTO Tradisi Perang Api di Desa Adat Tuban
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Sejumlah teruna (pemuda) Desa Adat Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, menggelar tradisi Perang Api atau Siat Geni, di Pura Dalem Khayangan Desa Adat Tuban, Kuta, Badung, Bali, Minggu (13/10/2019).
Tradisi perang api yang dilaksanakan warga setempat secara berkesinambungan setiap tahun itu bertujuan membersihkan diri dan lingkungan sekitarnya secara niskala.
Warga yang mengikuti kegiatan ritual Perang Api harus dalam keadaan suci, tidak kotor, bersih, berstatus teruna (pemuda) yang belum menikah.
Tradisi siat geni merupakan rangkaian ritual Purnama Kapat, bulan ke empat dalam perhitungan kalender Bali.
I Wayan Mendra, Bendesa Adat Desa Tuban mengatakan tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun.
Digelar setiap tahun sekali pada bulan purnama keempat dalam kalender Bali.
"Ini merupakan persyaratan yang harus atau wajib kami laksanakan dengan maksud untuk menyambut kedatangan buta kala geni rudra, dan mereka yang terlibat adalah anak muda yang merasa suci lahir batin," jelasnya.
Tradisi ini berkaitan dengan piodalan atau hari jadi Pura Dalam Khayangan, di mana saat piodalan Para Dewa Dewi turun diikuti pengawalnya.
Perang api ini dimaksudkan untuk menyambut pengawal dewa dewi yang disebut Kala Geni Rudra.
Menurut Mendra, Kala Geni Rudra diyakini menyukai api.
Dengan menyambutnya, maka diharapkan warga Desa Adat Tuban akan diberkahi dengan kesejahteraan dan menghilangkan leteh atau sifat kotor, membakar nafsu jahat yang ada dalam diri manusia.
Berikut ini foto-foto tradisi Perang Api atau Siat Geni di Desa Adat Tuban.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tradisi-perang-api-atau-siat-geni-di-pura-dalem-khayangan-desa-adat-tuban1.jpg)