Sponsored Content
Ini Hasil Razia Gabungan dan Tes Urine Narkotika di Lapas Perempuan Kerobokan Bali
Selain razia gabungan, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelaksanaan tes urine terhadap petugas dan warga binaan.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dalam upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar), Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan melaksanakan kegiatan Ikrar Bersama Zero Halinar, Razia Gabungan, Tes Urine, serta Penyuluhan Bahaya Narkoba pada Jumat 8 Mei 2026 kemarin.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam menyikapi kejadian-kejadian menonjol terkait peredaran gelap narkoba dan praktik penipuan yang terindikasi dikendalikan dari dalam Lapas.
Instruksi tersebut merupakan bagian dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam Rapat Analisis dan Evaluasi beberapa hari lalu mengenai penanggulangan gangguan keamanan dan ketertiban yang dikendalikan dari dalam Lapas/Rutan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, tentang Memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).
Baca juga: Meriahkan Peringatan Hari Kartini, Lapas Perempuan Kerobokan Bali Gelar Pelatihan Sanggul dan Makeup
Kegiatan di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Ni Luh Putu Andiyani, serta melibatkan petugas bersama jajaran pejabat struktural dengan jumlah sebanyak 50 orang.
Kegiatan ini juga didukung oleh mitra Aparat Penegak Hukum (APH), yaitu dari Polsek Kuta Utara dan dari Komando Distrik Militer 1611/Badung, sehingga total personel yang terlibat sebanyak 52 orang.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembacaan Ikrar Bersama Zero Halinar sebagai bentuk komitmen seluruh jajaran dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, bersih, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba serta barang-barang terlarang.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan bahaya narkoba guna meningkatkan kesadaran seluruh petugas dan warga binaan mengenai dampak negatif penyalahgunaan narkotika.
Selanjutnya dilaksanakan razia gabungan pada kamar hunian warga binaan yang dilakukan secara menyeluruh oleh petugas lapas bersama aparat penegak hukum.
“Dari hasil penggeledahan tersebut, tidak ditemukan barang-barang terlarang maupun handphone di lingkungan hunian warga binaan,” kata Putu Andiyani.
Selain razia gabungan, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelaksanaan tes urine terhadap petugas dan warga binaan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta menunjukkan hasil negatif dan tidak ditemukan adanya indikasi penggunaan narkoba,” imbuhnya.
Putu Andiyani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung program pemberantasan narkoba dan menciptakan Lapas yang bersih dari Halinar.
“Pelaksanaan ikrar Zero Halinar, razia gabungan, serta tes urine ini merupakan langkah nyata kami dalam menjaga integritas dan menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba maupun barang terlarang lainnya. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan bersinergi dengan aparat penegak hukum,” ungkap Putu Andiyani.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kerobokan Kelod, I Gusti Ngurah Darsana, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin antara pihak lapas dengan aparat keamanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ini-Hasil-Razia-Gabungan-dan-Tes-Urine-Narkotika-di-Lapas-Perempuan-Kerobokan-Bali.jpg)