Terungkap, Teroris JAD Miliki KTP Bali, Bahkan Dua Anaknya Lahir di Pulau Dewata

Terungkap, Teroris JAD Miliki KTP Bali, Bahkan Dua Anaknya Lahir di Pulau Dewata

Terungkap, Teroris JAD Miliki KTP Bali, Bahkan Dua Anaknya Lahir di Pulau Dewata
Kolase Tribun Bali/Tribun Jakarta/Surya
Ilustrasi teroris. 

AT mengetahui niat Abu Rara menyerang Wiranto.

AT rupanya juga telah berencana melakukan amaliyah alias penyerangan teror di Bali.

AT telah menyiapkan panah, busur dan sangkur untuk aksinya

Sementara itu, terkait grup Whatsaap jaringan Abu Rara dan AT “Menanti Al Mahdi” juga masih proses penyelidikan.

"Grup ini adalah media komunikasi para terduga teroris jaringan Abu Rara. Melalui grup ini juga kelompok ini berbagi ilmu tentang membuat senjata. Diantaranya, membuat senjata dan sebagainya. Ya senjata rakitan," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Bali, Irjen Pol Dr. Petrus R. Golose menyampaikan setelah peristiwa penusukan MenkoPolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, langsung menggelar pertemuan dengan pejabat utama Polda Bali.

“Pada waktu kejadian yang terjadi (penusukan Wiranto) yang kita tahu bersama itu dilakukan oleh kelompok yang berada di jaringan Banten.

Saya juga berdiskusi kita dari pemantauan kita yang ada semuanya kita sudah memantau (pergerakan dua terduga teroris yang dibekuk),” imbuh Irjen Petrus Golose, Sabtu (12/10/2019) di Lapangan Tembak Brimobda Bali.

Perwira dengan dua bintang di pundak ini menambahkan pihaknya selalu responsif bukan hanya defensif dan pemantauan terus dilakukan Kepolisian.

“Sebenarnya target (AT dan ZIA) sudah kita pantau. Karena mereka akan meninggalkan Pulau Bali sehingga kita melakukan apa yang disebut read planning and execution (penangkapan). Itu dilakukan pada pukul 2.35 Wita dua hari yang lalu pada waktu pagi hari,” ungkap Irjen Petrus Golose.

Halaman
1234
Penulis: Rino Gale
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved