Tumbuhkan Budaya Literasi, Siswa di SMPN 6 Tabanan Ikuti Lomba Membuat Pohon Baca

Lomba membuat pohon baca ini merupakan implementasi budaya literasi di SMPN 6 Tabanan.

Tumbuhkan Budaya Literasi, Siswa di SMPN 6 Tabanan Ikuti Lomba Membuat Pohon Baca
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Suasana saat siswa mengikuti lomba membuat pohon baca di SMPN 6 Tabanan, Jumat (18/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Siswa kelas VII dan VIII SMPN 6 Tabanan tampak sibuk melakukan berbagai kegiatan lomba untuk mengisi jeda tengah semester ganjil tahun ajaran 2019/2020, Jumat (18/10/2019).

Salah-satunya adalah lomba membuat pohon baca dan tulisan yang menarik. Kegiatan ini merupakan implementasi budaya literasi.

Pohon baca ini yang telah dibuat kemudian diletakan di sudut ruangan kelas masing-masing. Setiap hari sabtu, siswa wajib mengganti tulisan pada pohon baca tersebut dengan tulisan yang baru/lain.

“Untuk membangkitkan semangat membaca, kami dari pihak sekolah menggelar lomba literasi membaca dengan membuat pohon baca,” ujar Koordinator Literasi, Ni Made Ratnadi, Jumat (18/10/2019).

Ratnadi menjelaskan, ide awal dari kegiatan literasi membaca ini karena melihat fenomena siswa kini lebih memilih menghabiskan waktunya bersama gadget.

Kebiasaan siswa seperti ini menyebabkan minat siswa membaca dan menulis menurun drastis.

"Setelah pohon baca selesai digarap, para siswa akan bebas menuliskan apapun di sebuah kertas yang kemudian digantung di pohon baca tersebut. Bebas dalam artian bisa berupa cerita pendek (cerpen), puisi, rangkuman materi, maupun kata motivasi,” jelasnya.

Ia berharap dengan kegiatan ini, siswa akan mulai terbiasa atau menyeimbangkan antara penggunaan gadget dengan kegiatan membaca maupun menulis.

Selain membangkitkan literasi membaca, pihak sekolah juga menggelar sejumlah kegiatan lain untuk mengisi jeda tengah semester ini

Suasana saat siswa mengikuti lomba membuat klangsah di SMPN 6 Tabanan, Jumat (18/10/2019).
Suasana saat siswa mengikuti lomba membuat klangsah di SMPN 6 Tabanan, Jumat (18/10/2019). (Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan)

Diantaranya, keterampilan atau lomba literasi budaya yakni lomba membuat klangsah untuk siswa putra dan membuat canang bagi siswa putri.

“Literasi budaya ini harus tetap dilestarikan meskipun saat ini kita berada pada masa revolusi industry 4.0,” tandasnya.

Kepala SMPN 6 Tabanan, I Ketut Sedana menambahkan, meskipun menjadi sekolah baru di Kecamatan Tabanan, pihaknya ingin tampil berbeda dengan sekolah lainnya.

“Kegiatan pada lomba literasi budaya ini lebih menekankan kepada siswa agar nantina siap ketika terjun ke masyarakat. Misalnya, membuat klatkat tersbeut memang sudah taka sing lagi saat kegiatan upacara yadnya di masyarakat. Sehingga dengan kegiatan ini kami harapkan minimal siswa disini ketika terjun ke masyarakat bisa berbaur dengan masyaraat lainnya,” kata Sedana. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved