Dharma Wacana

Pernikahan Agni Hotra

Dalam beberapa teks dikatakan, agni hotra merupakan rajanya upacara. Jadi, apapun ritual yang dilakukan, hanya dengan upacara agni hotra sudah cukup

Pernikahan Agni Hotra
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda saat dijumpai usai menjadi narasumber acara sosialisasi revolusi mental diMandala Mhantika Subak Sanggulan, Tabanan, Jumat (9/11/2018). Pernikahan Agni Hotra 

Pernikahan Agni Hotra

Oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda 

TRIBUN-BALI.COM - Menyatukan dua insan berbeda menjadi spirit, roh, dan filosofi upacara pernikahan di dalam ajaran Hindu.

Baik penyatuan secara fisik maupun psikologis.

Tetapi, ketika pernikahan tersebut dijadikan sebagai norma dari sebuah ideologi, lalu menjadi instrumen, di sinilah dia mengalami suatu proses keanekaragaman.

Di India, yang merupakan tempat agama Hindu itu hadir untuk pertama kalinya, praktik agama lebih bayak dilakukan secara jnana (pengetahuan).

Upacara-upacaranya adalah hal-hal yang bersifat prinsip.

Ketika ajaran Hindu ini masuk ke nusantara, tentu ideologinya sama, spiritnya juga sama, namun praktiknya mengalami variasi.

Terlebih lagi umat Hindu di Bali yang menganut paham Siwa Sidhanta.

Angin Peralihan Musim Terjang Kintamani, Sejumlah Palinggih dan Rumah Warga Rusak

Hidangan Gurami Unik di b Hotel Bali & Spa, The Best Gourami Dish in Bali

Dalam hal perkawinan, Siwa Sidhanta menerjemahkan ideologi Weda menjadi tiga, yaitu sekala, sekala-niskala, dan niskala.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved