Selundupkan Narkotika di Celana Dalam dan Organ Intim, Dua WNA Thailand Diringkus

KK kedapatan menyembunyikan satu bungkusan cokelat tersebut pada celana dalam yang ia kenakan.

Selundupkan Narkotika di Celana Dalam dan Organ Intim, Dua WNA Thailand Diringkus
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Tersangka asal Thailand yang menyelundupkan barang haram jenis methamphetamine di dalam celana dalamnya dan diselipkan di organ intimnya, berhasil diringkus Bea Cukai Ngurah Rai. 

"KK kedapatan menyembunyikan satu bungkusan cokelat tersebut pada celana dalam yang ia kenakan. Sedangkan SM kedapatan memiliki dua bungkus serupa yang disimpan di celana dalam pada barang bawaannya. "

"Atas temuan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kandungannya di Laboratorium Bea Cukai Ngurah Rai," lanjutnya.

Selundupkan Narkotika Melalui Bandara Ngurah Rai, 4 WNA Diringkus Bea Cukai Ngurah Rai

Selain di Ubud, Satellite Events Ubud Writers & Readers Festival Akan Digelar di Lima Kota Ini

Selain itu, kata Himawan salah satu tersangka ini menyimpan barang bukti tersebut di bagian organ intimnya.

Dari uji laboratorium menujukkan, semua bungkusan yang dibawa tersangka positif mengandung sediaan narkotika jenis methamphetamine dengan total berat 958 gram brutto.

Himawan juga katakan bahwa tersangka Kasarin Kham Khao (26) yang ditangkap merupakan pekerja penyedia jasa sewa motor, sedangkan Sanicha Maneetes (27) merupakan seorang pekerja cleaning service.

Sementara itu, dikatakan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan ditemui di lokasi pers rilis mengatakan bahwa kedua tersangka ini merupakan jaringan Thailand-Bali.

Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Cantik di Facebook Hingga Pemuda Ini Jatuh Cinta Lalu Raup Rp 141 Juta

"Kedua tersangka ini merupakan jaringan Thailand Bali ya, mereka datang ke Bali dibiayai semuanya oleh orang yang menyuruhnya. Mereka diupah sekitar Rp 10 juta dan saat ini kita masih lakukan pengembangan lagi," ujar Ruddi.

Dari hasil penangkapan ini, mereka dikenai pasal 113 ayat 2 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun hingga 20 tahun penjara dengan dengan denda Rp 10.000.000.000 atau Rp 10 Miliar. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved