Cerita Sang Ibu Tak Berani Lapor Polisi Saat Putrinya yang Masih SD 'Dirusak' hingga Hamil

Seorang anak di bawah umur, sebut saja bernama Mawar (13) warga Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, diduga menjadi korban pemerkosaan.

Cerita Sang Ibu Tak Berani Lapor Polisi Saat Putrinya yang Masih SD 'Dirusak' hingga Hamil
ilustrasi
Siswi SD: Seorang ibu di Jombang hanya bisa "diam" saat anak gadisnya diperkosa hingga hamil tukang kebun. Kini, sang anak hamil empat bulan dan harus berhenti sekolah dasar. 

Cerita Sang Ibu Tak Berani Lapor Polisi Saat Putrinya yang Masih SD 'Dirusak' hingga Hamil

Pertama diperkosa, kata Spt, dilakukan YT setelah Mawar dipukul pada bagian belakang kepalanya, dan diseret ke dalam rumah pelaku.

"Saat itu kondisi rumah sedang sepi," kata Spt.

Kemudian yang kedua, sambung Spt, anaknya mengaku diperkosa setelah diancam YT akan dibunuh dan diusir dari tempat tinggalnya.

TRIBUN-BALI.COM, JOMBANG - Seorang ibu di Jombang hanya bisa "diam" saat anak gadisnya diperkosa hingga hamil tukang kebun.

Kini, sang anak hamil empat bulan dan harus berhenti sekolah dasar.

Seorang anak di bawah umur, sebut saja bernama Mawar (13) warga Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, diduga menjadi korban pemerkosaan.

Mawar diduga diperkosa YT, tukang bangunan, atau tetangga korban sendiri.

Akibat dugaan pemerkosaan itu, korban kini hamil usia empat bulan.

Korban juga terpaksa meninggalkan bangku sekolahnya, di Kelas 6 SD di Kecamatan Sumobito.

Halaman
123
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved