Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wifi Gratis di Balai Banjar Jadi Polemik, Ini Tanggapan Kadis Komunikasi dan Informasi Badung

Internet gratis yang dipasang pemerintah Kabupaten Badung mulai mendapatkan tanggapan serius oleh warga.

Tayang:
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Internet gratis yang dipasang pemerintah Kabupaten Badung mulai mendapatkan tanggapan serius oleh warga.

Pasalnya, wifi yang dipasang di banjar membuat anak-anak malas belajar, malahan asik bermain game online di banjar.

Namun tak dipungkiri, adanya internet gratis juga membantu masyarakat terbantu, khususnya siswa bisa belajar kelompok dengan memanfaatkan internet gratis tersebut.

Salah satu warga asal kecamatan Abiansemal mengatakan, adanya wifi gratis sebagaian besar dimanfaatkan untuk membuka media sosial.

Bahkan terkadang orang tua yang malas mengurus anaknya dan membiarkan anak bermain game online hingga larut malam.

“Saya sangat mendukung adanya wifi gratis tersebut. Tapi sangat disayangkan beberapa anak dibebaskan bermain hingga malam. Itu pun akan berdampak pada anak itu sendiri, atau membuat ia malas belajar. Sehingga masih menjdi polemik di kalangan masyarakat,” jelasnya.

Pria yang enggan disebutkan namanya itu menyarankan agar adanya sosialisasi pemanfaatan internet tersebut di masyarakat.

Pelatih Barito Putera Optimistis Bali United Juara Musim 2019, Tim Pesaing Sulit Kejar Selisih Poin

CIMB Niaga Hadirkan 3 Tokoh Muda Inspiratif Bali, Berbagi Motivasi dan Semangat Mewujudkan Mimpi

Sehingga benar-benar mengarah kepada apa yang diinginkan. Selain memberikan imbauan kepada anak di sekolah, orang tua siswa juga wajib mengetahui hal tersebut.

“Memang pendapat orang pasti berbeda-beda. Tapi kami takut generasi muda kami juga salah dalam memanfaatkannya. Selain adanya pimbingan dari sekolah orang tuajuga sangat penting,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Badung, Wayan Weda Darmaja saat dikonfirmasi terpisah mengatakan pemanfaatan wifi di masing-masing banjar berbeda-beda. Bahkan jika adanya pembatasan jam wifi perlu dibahas lebih dalam.

“Begini, wifi itu digunakan untuk masyarakat luas. Apalagi tempat pariwisata,” katanya.

Pihaknya mengatakan, untuk wifi di wilayah Kuta, Kuta Selatan  berbeda dengan  Kuta Utara.

Pasalnya, penyediaan wifi gratis ini juga bagi wisatawan yang datang  ke Badung.

Jadi khusus di Badung Selatan maupun di Kuta tidak bisa batasi waktunya.

Leasing Gathering Dihadiri 207 Customer Loyal, Tawarkan Berbagai Promo dan Program Menarik

Tak Kunjung Padam, Kebakaran di TPA Suwung Meluas Jadi Lima Hektare

“Kalau harus ada pembatasan internet, harus bersurat resmi. Agar tau di wilayah mana, dan di banjar mana,” katanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved