Bali Propaganda Cat Show 2019 di Park23, Kucing Rey Pakai Kostum Tari Pendet
Kucing berbulu putih itu tampak cantik mengenakan kostum khusus. Kostum yang dipakaikan senada dengan kostum yang dikenakan tuannya.
Penulis: Rizal Fanany | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kucing berbulu putih itu tampak cantik mengenakan kostum khusus. Kostum yang dipakaikan senada dengan kostum yang dikenakan tuannya.
Karey terlihat sibuk mengenakan kostum pada salah satu kucingnya bernama Yuko yang akan diikutsertakan dalam lomba kostum kucing serangkaian acara lomba kucing Bali Propaganda Cat Show 2019 Sesion 2 di Park 23, Kuta, Badung, Sabtu (26/10).
Dia mengaku mengikuti beberapa ajang lomba untuk mengetahui lebih jauh tentang kesehatan kondisi kucingnya dan cara perawatan yang baik untuk binatang kesayangannya.
"Alasan ikut beberapa kompetisi ini ingin melihat kondisi kucing sehat dan mendapatkan pelajaran tentang perawatan kucing dengan baik, serta menambah teman dalam komunitas kucing," kata Rey, panggilan akrab wanita berparas manis itu.
Kali ini dia mengangkat tema kostum Bali Exotica, yakni Tari Pendet. Kucing kesayangan diberikan kostum penari pendet beserta miniatur panggung mini ala Bali.
Untuk persiapan kostum kucing dan miniatur panggung, Rey mengaku menghabiskan waktu lima hari. Waktu lima hari itu dihabiskan untu mengatur mulai dari miniatur panggung mini hingga kostum kucing dan peserta.
"Kurang lebih persiapan 5 hari mulai kostum peserta, kucing dan miniatur.
Selama proses persiapan tidak ada kendala," katanya.
Dua kucing kesayangannya berjenis Oddey dan Calico jantan diikutkan lomba.
Menurut Rey, selama mengikuti kompetisi di Bali, dua hewan piaraaannya pernah menyabet beberapa gelar yakni the best of the best cat show, dan the best sort hair.
Dia berharap kedepannya kucingnya bisa mengikuti lomba skala nasional dan internasional.
Untuk itu, menurut penuturan Rey, salah satau kucingnya dipasang microchip yang bertujuan mendapatkan sertifikat dari Indonesian Cat Association (ICA) dan agar bisa mengikuti lomba berskala internasional.
"Kalau tidak salah, di Bali hanya ada 5 kucing yang dipasangi microchip, salah satunya milik saya.
Mengapa kucing saya dipasangi microchip ini agar dapat sertifikat dari ICA, bisa ikut lomba skala internasional dan mudah mendeteksi keberadaan kucing seandainya hilang," jelasnya.
Lomba kucing Bali Propaganda Cat Show 2019, digelar selama dua hari dan diikuti total 100 peserta dari Bali maupun luar bali. (rizal fanany)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lomba-kucing-di-bali.jpg)