Berita Badung
Eks Diplomat Uni Eropa Dipolisikan Istri Sah, Dugaan Penelantaran dan Penganiayaan
Dugaan penelantaran rumah tangga menjadi sorotan dalam konflik yang melibatkan seorang perempuan, Nova Indriani (53), dengan suaminya
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG — Dugaan penelantaran rumah tangga menjadi sorotan dalam konflik yang melibatkan seorang perempuan, Nova Indriani (53), dengan suaminya yang merupakan mantan diplomat Uni Eropa berinisial Pierre.
Merasa tak lagi mendapat nafkah, Nova kini menempuh jalur hukum dengan melapor ke Polres Badung.
Tak hanya soal dugaan penganiayaan, laporan tersebut juga menyeret isu penelantaran anak dan konflik rumah tangga yang disebut telah berlangsung cukup lama.
Selain itu juga melaporkan diduga selingkuhan sang suami yang sudah melakukan penganiayaan kepada dirinya.
Baca juga: SIAPKAN Anggaran Rp11,77 Miliar, Badung Perbaiki 37 Titik Kerusakan Jalan Akibat Bencana Alam
Laporan penganiayaan itu teregister dengan nomor LP/B/70/IV/2026/SPKT/Polres Badung/Polda Bali tertanggal 11 April 2026. Dalam laporan tersebut, Nova, 53 tahun, warga Bandung, melaporkan dugaan penganiayaan yang terjadi pada Sabtu, 11 April 2026 sekitar pukul 08.00 WITA di kawasan Canggu Padel Centre, Jalan Pantai Berawa, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.
Nova yang ditemui di Polres Badung pada Senin 20 April 2026 mengaku kliennya bersama dua anaknya yang masih berusia 8 dan 12 tahun sudah lama tidak mendapatkan tanggung jawab dari kepala keluarga.
“Klien kami mengaku sejak sekitar 2016 tidak lagi dinafkahi secara layak bersama anak-anaknya,” ujar Dimitri.
Baca juga: Bupati Badung Pimpin Rapat Evaluasi ASPER PSBS Di Bali, Bahas Penanganan Sampah
Kondisi itu, menurut Nova, semakin memburuk sejak suaminya diduga menjalin hubungan dengan perempuan lain berinisial (UE).
Sejak saat itu, ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya makan dan pendidikan anak.
“Saya hanya ingin anak-anak tetap bisa hidup dan sekolah. Tapi sudah lama tidak ada tanggung jawab,” kata Nova.
Upaya penyelesaian secara kekeluargaan disebut telah beberapa kali dilakukan, namun tidak membuahkan hasil.
Baca juga: PERLUAS Rekayasa Lalin di Berawa dan Canggu, Usai Kerobokan Dishub Badung Sasar Dua Kawasan Padat
Nova bahkan mengaku kerap ditolak saat mencoba bertemu dengan suaminya untuk membicarakan kondisi keluarga.
Kasus ini kemudian memuncak pada April 2026, saat Nova mendatangi suaminya di kawasan Canggu untuk meminta kejelasan.
Alih-alih mendapat solusi, ia justru mengaku mengalami tindakan tidak menyenangkan yang berujung pada laporan polisi.
"Saat menemui suami saya, dan menyuruh pulang, ada perempuan yang diduga selingkuhannya memukul saya dengan raket," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Nova-Indriani-tengah-bersama-kuasa-hukumnya-usai-melengkapi-berkas.jpg)